Kemlu soal RI Walkout saat Netanyahu Pidato di PBB: Solidaritas ke Palestina

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah delegasi meninggalkan ruangan saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato dalam Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026). Foto: Angela Weiss/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah delegasi meninggalkan ruangan saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato dalam Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026). Foto: Angela Weiss/AFP

Delegasi Indonesia di Sidang PBB walkout saat Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu akan berpidato di Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, pada Kamis (24/9). Delegasi Indonesia walkout bareng delegasi negara lain.

Jubir 2 Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl, mengatakan walkout tersebut sebagai bentuk solidaritas kepada Rakyat Palestina.

"Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina serta protes dan kecaman terhadap kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel terhadap Rakyat Palestina di Gaza dan di wilayah Palestina yang diduduki," kata Vahd dalam keterangannya, Jumat (25/9).

Dia mengatakan, aksi walkout itu merupakan refleksi posisi Indonesia yang konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta menolak segala bentuk kekerasan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel.

"Bersama negara-negara yang sehaluan, Indonesia ingin menyampaikan pesan yang jelas bahwa kekerasan terhadap Rakyat Palestina dan pelanggaran hukum internasional tidak dapat dinormalisasi dan harus segera dihentikan," lanjutnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memegang pager saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026). Foto: Timothy A. Clary/AFP

Adapun saat memulai pidato Netanyahu mencemooh delegasi yang memilih keluar ruangan. Dia mencap mereka sebagai pengecut moral.

Kemudian ketika pidato mulai disampaikan Netanyahu langsung mengarahkan serangan ke Wali Kota New York, Zohran Mamdani. Dalam suatu kesempatan Mamdani menyebut Netanyahu penjahat perang dan mengancam bakal menangkap pemimpin Israel itu jika berada di New York.

Tak hanya Mamdani, serangan verbal itu turut diarahkan ke Qatar dan Turki. Ia menuding dua negara tersebut menyebar luaskan kebohongan terhadap Israel.

"Kamu mencoba menghentikan saya datang ke sini. Kau mencobanya. Kau mencoba menghentikan saya. Jadi, kamu tak bisa membuat saya tutup mulut. Kalian tak akan bisa membungkan kebenaran," kata Netanyahu merujuk pada tindakan Mamdani, seperti dikutip dari Reuters.

"Ini kebenaran sederhana, Israel tidak melakukan genosida, Israel mencegah genosida," sambung dia.

Netanyahu lalu menuduh Mamdani mendukung Hamas. Tuduhan itu berulang kali dibantah oleh Mamdani.

"Bagi mereka yang menyebarkan kebohongan terkait negara saya dan terkait pasukan pemberani kami, apakah dia berada di aula ini atau berada di kantor Wali Kota New York yang antisemit, ini yang akan saya katakan: kalian sungguh memalukan!" ujar Netanyahu.