Kemlu: Sugiono Batal ke Turki Hari Ini, Ada Arahan Strategis Presiden

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menlu Sugiono memberikan keterangan pers usai rapat kerja tertutup bersama Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta pada Selasa (27/1). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menlu Sugiono memberikan keterangan pers usai rapat kerja tertutup bersama Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta pada Selasa (27/1). Foto: Abid Raihan/kumparan

Menlu Sugiono batal mengunjungi Turki. Hal tersebut disampaikan oleh Jubir Kemlu Yvonne Mewengkang melalui keterangan tertulis pada Jumat (17/4).

"Dapat disampaikan bahwa rencana kunjungan kerja Menlu RI ke Antalya, Turki, untuk berpartisipasi dalam Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2026 tidak dapat terlaksana sesuai jadwal," ucap Yvonne.

"Hal ini menyusul adanya arahan strategis dari Presiden RI yang mengharuskan Menlu RI untuk tetap berada di Jakarta," sambungnya.

Juru Bicara 1 Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, usai press briefing di Kemlu RI, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Sugiono awalnya direncanakan berangkat ke Turki pada pekan ini. Yvonne menyebut, di Turki ia akan berbicara pada sesi panel tentang kerja sama ASEAN serta menghadiri pertemuan dengan Group of 8 (delapan negara anggota OKI) terkait isu Palestina dan Timur Tengah.

Yvonne menambahkan, kehadiran Sugiono akan diwakili oleh Dubes RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama.

"Duta Besar LBBP RI untuk Republik Turki akan mewakili Menlu RI pada pertemuan Group of 8 yang rencananya juga akan dihadiri oleh sejumlah pejabat negara anggota lainnya," kata Yvonne.

"Indonesia akan terus memastikan peran aktifnya dalam keberlanjutan pembahasan proses perdamaian Palestina dan isu geopolitik terkini di Timur Tengah," sambungnya.

Yvonne turut menekankan bahwa meski tidak dihadiri Sugiono, peran dan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dengan Turki tidak akan berkurang.

"Ketidakhadiran Menlu RI pada ADF 2026 tidak mengurangi komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Turki, baik dalam kerangka bilateral maupun kerja sama ASEAN," jelas Yvonne.