Kemlu Tegaskan Penuhi Komitmen UNIFIL, 780 Personel Berangkat ke Lebanon
ยทwaktu baca 2 menit

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Indonesia tetap memenuhi komitmen pengiriman pasukan perdamaian untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon, meski sebelumnya terjadi insiden yang menewaskan personel TNI.
Pada Senin (11/5) Sugiono melepas keberangkatan mereka. Ada 780 prajurit TNI yang berangkat, untuk merotasi pasukan yang sudah ada di sana.
"Tanggal 22 (Mei) rencananya (berangkat)," kata Sugiono kepada awak media, usai pertemuan bilateral dengan Menlu Singapura di kantor Kemlu RI, Jakarta, Selasa (12/5).
Sementara Juru Bicara (Jubir) Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan insiden yang menimpa pasukan Indonesia di Lebanon merupakan hal yang sangat disesalkan dan Indonesia mengutuk serangan Israel.
Namun, menurut dia, keputusan untuk tetap mengirim pasukan merupakan bentuk komitmen Indonesia terhadap misi perdamaian dunia dan amanat konstitusi.
"Ini adalah komitmen kita. Ini amanat konstitusi kita. Dan ini sesuatu yang memang keputusan Pak Presiden untuk melanjutkan komitmen kita," ujar Yvonne.
Ia menegaskan keselamatan dan keamanan pasukan perdamaian Indonesia tetap menjadi prioritas utama pemerintah.
"Safety and security peacekeepers itu non-negotiable. Itu pasti," katanya.
Yvonne menjelaskan para personel yang akan diberangkatkan telah mendapatkan pelatihan komprehensif melalui Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP), termasuk terkait prosedur keamanan dan situasi konflik di lapangan.
Ia juga mengungkap pesan Menlu Sugiono saat melepas Kontingen Garuda itu.
"Pak Menlu kemarin bilang, 'Saya sangat bangga bertemu teman-teman di sini, tapi saya akan lebih bangga lagi saat saya bertemu teman-teman kembali lagi ke sini dengan selamat'," ucap Yvonne.
Selain itu, Menurut Yvonne, Sugiono juga meminta seluruh personel tetap fokus menjalankan mandat perdamaian selama bertugas di Lebanon.
"Pak Menlu juga bilang untuk stay focus, memastikan semua SOP yang dipelajari dan mandat yang diberikan benar-benar dipahami saat berada di lapangan," kata dia.
Yvonne menyatakan pemerintah bersama TNI, Kementerian Pertahanan, dan Perwakilan Tetap RI di PBB terus mendorong penguatan perlindungan bagi pasukan perdamaian Indonesia dalam berbagai forum internasional.
