Kemnaker Siapkan Rp4,2 T untuk Magang Nasional 2026, Sasar 150 Ribu Peserta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli dan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Gita Amperiawa menghadiri Peresmian Dirgantara Indonesia Training Center di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Sabtu (29/8/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli dan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Gita Amperiawa menghadiri Peresmian Dirgantara Indonesia Training Center di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Sabtu (29/8/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan anggaran Rp4,2 triliun untuk program Magang Nasional 2026. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 150 ribu peserta yang akan mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja selama enam bulan.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli mengatakan, program tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan lulusan baru agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Tahun ini kita dapat 150 ribu (kuota peserta) anggaran dari pemerintah, Rp 4,2 triliun. Ini tidak main-main. Kita serius ingin bagaimana lulusan fresh graduate kita kemudian enam bulan mereka mendapatkan exposure terkait dengan dunia kerja,” ujar Yassierli dalam sambutannya pada Peresmian Dirgantara Indonesia Training Center di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Sabtu (29/8).

Menurutnya, program magang menjadi penting karena dunia industri saat ini menghadapi persoalan kesenjangan keterampilan. Ia menyebut berdasarkan data yang dimilikinya, sebanyak 63 persen perusahaan mengaku kesulitan mendapatkan tenaga kerja dengan keterampilan yang mereka butuhkan.

“63 Persen perusahaan mengatakan mereka kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja dengan skill yang dibutuhkan. Ini menjadi tantangan,” katanya.

50 Persen Pekerjaan Diprediksi Berubah

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli menghadiri Peresmian Dirgantara Indonesia Training Center di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Sabtu (29/8/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Di sisi lain, Menaker mengingatkan adanya perubahan besar dalam dunia kerja akibat perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan berbagai teknologi baru.

Ia menyebut berdasarkan riset secara umum, sekitar 50 persen pekerjaan diperkirakan akan berubah dalam 10 tahun ke depan.

“50 Persen pekerjaan itu akan berubah dalam 10 tahun. Ini research in overall. 50 persen apa yang terjadi di tempat kerja itu akan berganti karena banyak macam, perkembangan AI, automation, technology, dan seterusnya,” ujarnya.

Menurut Yassierli, kondisi tersebut membuat peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Dunia kerja ke depan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah dan gelar pendidikan.

Ia menekankan pentingnya konsep skill first, yakni menempatkan keterampilan dan kemampuan praktis sebagai salah satu pertimbangan utama dalam dunia kerja.

Skill, not school. Orang nggak peduli Anda itu kuliahnya di mana. Bahkan Anda sampai degree apa. Yang penting Anda bisa apa, dan Anda sudah pernah melakukan apa. What is your portfolio? Ini yang penting,” katanya.

Menaker mengatakan, pemerintah kini juga mendorong agar keterampilan tenaga kerja disertai sertifikasi dan pengakuan yang lebih luas. Menurutnya, ada tiga hal yang menjadi kunci, yakni skill, certification, dan recognition.

Ia mencontohkan Singapura yang mengembangkan digital skill passport untuk mempermudah pengakuan kompetensi seseorang. Indonesia, kata dia, juga tengah mendorong agar sertifikasi tenaga kerja dapat memperoleh pengakuan secara global.

“Kita sudah mulai mengarahkan SDM Indonesia itu mereka tidak hanya memiliki sertifikasi dari BNSP yang nasional, tapi kita mengarah kepada global recognition,” ujarnya.

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli dan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Gita Amperiawa menghadiri Peresmian Dirgantara Indonesia Training Center di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Sabtu (29/8/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Selain program magang, Kemnaker menyiapkan Program Pelatihan Vokasi Nasional dengan target 300 ribu peserta dan anggaran Rp 1,8 triliun. Program tersebut menyasar lulusan SMK dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan industri.

Pelatihan tersebut mencakup keterampilan seperti ahli bubut, welder, instrumentasi, hingga elektronika praktis. Durasi pelatihan diproyeksikan sekitar satu hingga dua bulan.

“Kalau kita bisa buat Center of Excellence, lokasinya hibrida antara balai latihan kerja Kemnaker dengan perusahaan, maka kita akan menemukan rumusan yang pas kebutuhan industri seperti apa,” katanya.

Menaker berharap program magang dan pelatihan vokasi tidak sekadar meningkatkan jumlah peserta, tetapi benar-benar menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan siap memasuki industri.

Menurutnya, perubahan teknologi harus diantisipasi dengan semangat kolaborasi agar tenaga kerja Indonesia tidak tertinggal dari perkembangan kebutuhan industri.

Future skills, ini sesuatu yang menjadi tantangan besar kita ke depan,” ujarnya.