Kena Tilang karena Merekam Korban Kecelakaan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kecelakaan mobil. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kecelakaan mobil. Foto: Pixabay

Kecelakaan di jalan memang bukanlah situasi yang menyenangkan. Meskipun begitu, banyak orang yang memperlambat mobilnya ketika melewati tempat kejadian kecelakaan hanya untuk melihat dan membuat macet jalanan. Dengan telepon pintar yang selalu ada dalam genggaman, tidak sedikit pula yang mengabadikan momen kecelakaan tersebut dalam rekaman.

Tapi jangan coba-coba melakukannya di Jerman kalau kamu tidak ingin kena tilang. Baru-baru ini sebuah video yang diluncurkan oleh media Jerman Bayerischer Rundfunk (BR) dalam akun Twitternya menjadi viral.

X post embed

Dalam video tersebut seorang polisi mempermalukan para pengemudi yang mengambil gambar korban tewas kecelakaan di jalan tol dengan mengonfrontasi secara langsung apa yang mereka lakukan.

Polisi tersebut mengajak pengemudi yang berasal dari Ceko dan Hongaria untuk keluar dari kendaraan. Mereka diminta untuk mendekati korban dan mengambil gambar dari jarak yang lebih dekat. Namun, para pengemudi menolak dan dikenakan tilang sebesar 128,50 Euro (sekitar Rp 2.070.000) atas apa yang mereka lakukan.

Polisi tersebut mengatakan shame on you kepada para pengendara tersebut.

Lalu apakah alasan sebenarnya penilangan tersebut?

Sebenarnya ada tiga alasan mengapa mengambil gambar korban kecelakaan di jalan tidak dapat diterima di Jerman. Yang pertama adalah mengambil gambar tanpa izin melanggar hak-hak yang dimiliki oleh korban. Tidak seperti di Indonesia yang orang bebas-bebas saja mengambil gambar orang lain, di Jerman tindakan tersebut masih abu-abu. Jika ingin mengambil gambar dengan ada seseorang di dalamnya, biasanya pengambil gambar akan meminta izin terlebih dahulu.

Ilustrasi Kecelakaan Lalu Lintas. Foto: Shutterstock

Namun, jika seseorang merupakan korban kecelakaan apalagi sampai tewas, bagaimana ia bisa memberikan izin untuk gambarnya diambil? Dan bagaimana ia bisa yakin bahwa gambarnya tidak akan disebarluaskan? Biasanya mereka yang boleh mengambil gambar di lokasi kejadian hanyalah polisi atau pihak yang berwenang.

Alasan yang kedua adalah tindakan berhenti dan mengambil gambar akan memperlambat jalur lalu lintas yang kemungkinan juga akan memperlambat bantuan-bantuan lain yang dibutuhkan seperti misalnya mobil ambulans.

Terlambatnya bantuan dapat berakibat fatal bagi korban kecelakaan. Satu-satunya alasan yang memperbolehkan seseorang untuk berhenti saat ada kecelakaan adalah ketika belum ada siapa-siapa di lokasi kejadian dan orang tersebut berusaha untuk memberikan pertolongan dan memanggil bantuan dari polisi atau ambulans.

Sebagai catatan setiap orang yang ingin mendapatkan SIM di Jerman harus terlebih dahulu memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan prosedur yang tepat.

Yang terakhir adalah berhenti dan mengambil gambar kecelakaan dapat mengakibatkan kecelakaan lain. Jalan tol di Jerman yang disebut dengan Autobahn terkadang tidak memiliki batas maksimum kecepatan. Jika ada yang berhenti tiba-tiba, ada kemungkinan mobil atau orang tersebut ditabrak oleh kendaraan di belakangnya.

Polisi dalam video tersebut mengaku melakukan aksinya untuk menunjukkan kepada pengendara bahwa kecelakaan lalu lintas adalah kenyataan pahit, bukanlah permainan. Denda besar saja tidak cukup untuk menyadarkan pengendara, mereka harus didekatkan dengan mayat.

Jalan tol di Eropa menghubungkan satu negara dengan negara yang lainnya. Tanpa ada kontrol di perbatasan, para pengendara dari negara lain bisa masuk dan berkendara di negara lain tanpa mengetahui secara detail peraturan lalu lintas di negara tersebut.