Kenali Ciri Jasa Dorong Kursi Roda Resmi Jemaah Lansia di Masjidil Haram

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jasa pendorong jemaah lansia di Terminal Syib Amir, Makkah, Kamis (23/5/2024). Foto: Salmah Muslimah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jasa pendorong jemaah lansia di Terminal Syib Amir, Makkah, Kamis (23/5/2024). Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Sebanyak 45 ribu jemaah lansia ikut dalam penyelenggaraan haji tahun 2024. Para lansia ini akan mendapat layanan prioritas, salah satunya jasa pendorong kursi roda saat berada di Masjidil Haram, Makkah.

Jasa dorong ini merupakan kerja sama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dengan manajemen Masjidil Haram. Para petugas dorong tersedia di dua terminal, yaitu Terminal Syib Amir dan Terminal Jiad.

Kartu kendali kursi roda

Layanan sewa kursi roda resmi dengan kartu kendali. Foto: Kemenag RI

Begitu jemaah tiba di terminal, ketua rombongan atau ketua regu akan memberikan kartu kendali kursi roda kepada jemaah lansia yang sebelumnya sudah didata. Kemudian, petugas dorong akan memberikan kursi roda dan melakukan pelayanan kepada jemaah lansia pemegang kartu.

Petugas akan mendorong kursi roda jemaah lansia ke Masjidil Haram untuk melaksanakan rangkaian ibadah tawaf hingga tahallul.

Setelah selesai, jemaah akan kembali ke terminal, kartu kendali tersebut baru diberikan kepada petugas pendorong kursi.

Layanan sewa kursi roda resmi dengan kartu kendali. Foto: Kemenag RI

Kartu kendali ini terkait dengan pembayaran. Setelah pendorong mendapat kartu usai menjalankan tugasnya, ketua rombongan atau ketua regu akan membayar sesuai harga resmi.

Jadi, kartu ini semacam kupon. Dengan kartu itu, jemaah lansia tidak akan ditinggal saat melaksanakan tawaf dan sai. Karena, pembayarannya akan dilakukan setelah pelayanan selesai.

"Tarif resmi pra puncak haji sekitar 250 riyal. Tapi pada puncak haji bisa 500 sampai 600 riyal," kata Kepada Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Khalilurrahman saat diwawancara di Kantor Urusan Haji Indonesia, Makkah, Kamis (23/5).

Waspada Pendorong Ilegal

Jasa pendorong jemaah lansia di Terminal Syib Amir, Makkah, Kamis (23/5/2024). Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Jemaah harus waspada jangan sampai menggunakan jasa pendorong ilegal yang tidak terdaftar. Sebab, di terminal kedatangan jemaah di kawasan Masjidil Haram itu, masih ada juga jasa pendorong kursi roda yang ilegal.

Khalil mengingatkan kepada jemaah haji Indonesia untuk memperhatikan hal ini.

"Dalam rangka perlindungan bagi jemaah haji terutama ibadah tawaf dan sai, kami mengimbau bagi jemaah yang akan menjalankan ibadah tawaf dan sai agar menggunakan jasa sewa kursi roda resmi," kata Khalil.

Khalil juga mengimbau bagi pendamping jemaah lansia agar bisa mengatur alur penyewaan jasa pendorong kursi roda ini. Sebab biasanya setelah tiba di terminal Syib Ali dan Terminal Jiad, jemaah terburu-buru turun dari bus selawat dan petugas pendorong langsung berebut menawarkan jasanya.

"Ketika bapak-ibu menggunakan bus agar tidak buru-buru turun sebelum ada arahan atau instruksi dari kepala regu dan kepala rombongan (Karom). Lalu turun secara tertib, nanti ibu akan dipanggil satu-satu oleh karom (kepala rombongan) dan kepala regu. Saya mohon agar jemaah menunggu petugas yang ada di area Masjidil Haram. Ini dalam rangka keamanan dan keselamatan jemaah haji di Indonesia," katanya.

Penggunaan jasa pendorong kursi roda resmi ini, kata Khalil, sangat penting demi keamanan jemaah sendiri.

"Kalau menggunakan jasa kursi roda resmi kalau ada masalah kita juga bisa mudah menyampaikan komplain kepada penanggung jawab pada koordinator penyedia saja kursi roda di Masjidil Haram. Tapi kalau tidak resmi kita kesulitan, ketika tidak resmi bapak ibu tidak bisa komplain," ucapnya.

Tarif pendorong kursi roda ilegal juga biayanya bisa lebih besar dari resmi, bisa sampai 500, 600, 700 bahkan 1.000 Riyal. Selain itu, ada juga risiko jemaah ditinggal di tengah jalan oleh pendorong kursi roda ilegal tersebut.

Jasa pendorong jemaah lansia di Terminal Syib Amir, Makkah, Kamis (23/5/2024). Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Menurut Khalil ciri-ciri pendorong resmi bisa dilihat dari rompi petugas yang dikenakan.

"Pendorong yang resmi mereka menggunakan rompi, dan rompinya itu ada warnanya. Kalau pagi warnanya abu-abu dan hijau lumut. Sedangkan kalau malam rompinya berwarna cokelat," ucap Khalil.

Selain itu, ada juga nomor di bagian belakang rompinya.

Kalau pendorong tidak resmi mereka tidak menggunakan rompi dan tidak tahu soal kartu ke kendali.