Kenangan Addie MS, Memes, dan Krisdayanti untuk Guruh Soekarnoputra

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Addie MS dan sang istri Meidyana Maimunah (Memes) di rumah duka almarhum Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Addie MS dan sang istri Meidyana Maimunah (Memes) di rumah duka almarhum Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka bagi sejumlah seniman yang mengenal sosoknya. Guruh tak hanya dikenang sebagai politikus, tetapi juga sosok yang memiliki perhatian besar terhadap seni, budaya, dan semangat keindonesiaan.

Berdasarkan pantauan kumparan, musisi Addie MS bersama istrinya, Memes, tiba di rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.20 WIB, Sabtu (26/9). Keduanya datang untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

Kemudian, penyanyi sekaligus mantan anggota DPR RI Komisi IX Krisdayanti, tiba di rumah duka pada pukul 10.40 WIB.

Pada kesempatan itu, Krisdayanti menyampaikan duka atas kepergian Guruh. Ia mengenang Guruh sebagai maestro dan seniman yang sangat dikagumi.

“Berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya dan berterima kasih karena dedikasi, kontribusi, dan juga segala bentuk pemikiran dari Bapak Guruh Soekarnoputra begitu mendalam dampaknya untuk tidak saja dunia perpolitikan, tapi juga legacy dalam seni dan budaya,” kata Krisdayanti saat ditemui di rumah duka almarhum Guruh, Sabtu (26/9).

Krisdayanti juga mengenang karya Guruh yang hingga kini masih ia bawakan, yakni lagu Mahadaya Cinta. Menurutnya, Guruh masih berpesan kepadanya di masa-masa terakhir agar terus memajukan seni dan budaya Indonesia.

Penyanyi sekaligus mantan anggota DPR RI Komisi IX Krisdayanti dalam jumpa pers usai melayat di rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya Jaksel, Sabtu (26/9/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

“Beliau di detik-detik terakhir ajalnya masih sangat-sangat berpesan bahwa saya harus terus memajukan budaya, seni, dan terus mencintai, menggelorakan budaya dan juga cinta tanah air,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Krisdayanti juga mengenang Guruh sebagai sosok yang sangat detail dan teliti dalam berkarya. Kata politikus PDIP itu, perhatian Guruh terhadap para seniman dan murid-muridnya sangat besar.

“Guruh Soekarnoputra, Masyaallah, tahun depan genap 50 tahun. Semoga seluruh murid-muridnya, seluruh orang-orang seni yang pernah bekerja sama bisa terus meneruskan cita-citanya untuk budaya Indonesia,” katanya.

Kenangan terakhir Krisdayanti bersama Guruh terjadi pada 15 September lalu. Saat itu, ia menjenguk Guruh di Rumah Sakit Medistra dan sempat mengajaknya menyanyikan lagu Renjana, salah satu karya Guruh.

Dalam kesempatan itu, Addie MS juga menyampaikan kenangannya dengan Guruh Soekarnoputra. Menurut Addie, kedekatannya dengan Guruh telah terjalin sejak akhir tahun 1970-an. Ia bercerita, pertama kali diajak Guruh terlibat dalam Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarnoputra.

“Dari tahun 79-an itu saya pertama kali diajak makan sama Mas Guruh, diajak untuk bikin musik Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarnoputra yang pertama,” tutur Addie.

Guruh Soekarnoputra berpose saat acara promosi di Jakarta pada 30 Maret 2018. Foto: Oeday Abdullah / AFP

Addie mengaku saat itu masih duduk di kelas 3 SMA dan belum berani menerima tawaran tersebut. Namun, pada pagelaran berikutnya, ia akhirnya terlibat bersama sejumlah musisi, seperti Elfa Secioria dan Candra Darusman.

Kemudian, Addie kembali dipercaya mengaransemen karya Guruh, salah satunya lagu Sendiri yang dinyanyikan almarhum Chrisye pada 1984.

“Yang saya beruntung dapat kesempatan membuat aransemen karya Guruh Soekarnoputra ini yaitu lagu ‘Sendiri’ tahun 84,” jelasnya.

Sang istri, Memes, juga memiliki kenangan panjang bersama Guruh. Ia merupakan anggota Swara Maharddhika dan pernah mengikuti Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarnoputra ketika masih duduk di bangku SMP-SMA.

Memes mengatakan banyak hal yang ia pelajari selama bergabung dengan kelompok tersebut, mulai dari menari, kebudayaan, organisasi, hingga disiplin.

“Saya belajar nari, belajar kebudayaan, belajar organisasi, belajar disiplin, semua tari-tarian dan belajar berkebaya, make up, rambut dikonde semua Mas Guruh yang ngajarin,” kata Memes.

Menurut Memes, Guruh juga terus mengingatkan orang-orang di sekitarnya untuk menjaga budaya Indonesia. Ia mengaku masih mengingat pesan Guruh agar generasi muda tetap mengenakan kebaya dan menjaga budaya Indonesia.

“Lebih ngomongin, ‘Kalian harus menjaga ini, harus tetap pakai berkebaya, menjaga Indonesia,’ gitu-gitu,” tuturnya.

Addie turut menambahkan, salah satu hal yang paling ia kagumi dari Guruh adalah semangat keindonesiaannya. Menurutnya, Guruh kerap berbicara mengenai batik, adab, etika, hingga cara berpakaian sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya Indonesia.

“Yang bukan hanya saya kagumi karena musikalitasnya, tetapi semangat keindonesiaan,” kata Addie.

Bagi Addie dan Memes, rumah Guruh di Jalan Sriwijaya Raya juga menyimpan banyak kenangan masa muda mereka. Memes mengaku terakhir kali bertemu dan berbincang dengan Guruh pada Juni 2026 bersama sejumlah teman dari Swara Maharddhika.

“Kita sebenarnya sudah tahu sih Mas Guruh sudah sakit, tapi kita kan harus menjaga privasinya beliau. Jadi kita sebenarnya sudah banyak yang tahu, cuma terkejut juga bahwa Mas Guruh secepat itu meninggalkan kita,” ucap Memes.