Kenapa Orang Kristen Hampir Selalu Jadi Presiden Amerika Serikat?

Afiliasi terhadap agama masih menjadi faktor penentu kemenangan calon Presiden Amerika Serikat (AS). Meskipun tergolong sebagai negara sekuler dan liberal, namun isu keagamaan dalam kehidupan sosial dan politik masyarakat AS masih memiliki peranan penting.
Masyarakat AS masih memandang agama berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk dalam memandang sosok pemimpinnya dalam membawa visi-misi dan kebijakan pemerintahan.
Berdasarkan Survei Pew Research Center pada 2014, mayoritas populasi AS atau sekitar 70,6 persen meyakini agama Kristen, dengan 46,5 persennya adalah Protestan.
Warga beragama Yahudi 1,9 persen, Islam 0,9 persen, dan sisanya Hindu-Buddha. Sedangkan, 22,8 persen penduduk AS mengaku sebagai penganut ateis. Jumlah ateis dalam dekade belakangan terus meningkat.
Tokoh-tokoh politik AS juga sering kali memanfaatkan isu agama saat kampanye. Mereka juga bergabung dalam suatu komunitas keagamaan atau gereja. Biasanya anggota komunitas gereja akan cenderung mendukung para politisi yang satu komunitas saat pemilihan umum.
Jemaat Kristen Injili (Evangelis) dan mormon ras kulit putih biasanya akan mendukung politisi Partai Republik. Kepengurusan partai konservatif ini memang dijalankan orang-orang beragama Kristen.
Sedangkan masyarakat dari kalangan agama Kristen liberal, Katolik, sekuler, dan Protestan ras kulit hitam cenderung mendukung Partai Demokrat. Biasanya masyarakat beragama minoritas di AS juga cenderung ke Partai Demokrat.
David Masci, mantan penulis dan editor senior yang berfokus pada agama di Pew Research Center, dalam jurnalnya, menjelaskan Konstitusi AS memang tak mengatur ujian agama sebagai persyaratan untuk jabatan publik.
Namun, hampir semua Presiden AS beragama Kristen, meskipun berbeda aliran dan ajaran gereja.
Masci mengatakan, sebagian besar Presiden AS merupakan seorang yang mengikuti denominasi gereja Protestan Episkopal dan Presbiterian, termasuk Donald Trump yang merupakan seorang Presbiterian.
Menurut Masci, sekitar seperempat jumlah Presiden AS, termasuk beberapa pemimpin terkenal adalah anggota Gereja Episkopal, seperti George Washington, James Madison, dan Franklin Roosevelt. Sementara, anggota Gereja Unitarian dan Baptis ada Bill Clinton dan Harry Truman.
Sejauh ini Presiden AS beragama Katolik adalah John F. Kennedy dan tidak ada Presiden AS yang secara terbuka sebagai ateis. Sementara kepercayaan Abraham Lincoln dan Thomas Jefferson tak disebutkan secara spesifik.
John F. Kennedy menjadi satu-satunya presiden AS beragama Katolik, padahal Katolik Roma telah lama menjadi denominasi agama terbesar di AS.
Dalam Pilpres 2020, capres dari Partai Demokrat Joe Biden juga beragama Katolik, jika terpilih maka ia menjadi Presiden AS kedua beragama Katolik.
Sementara, dua presiden terkenal dalam sejarah AS, Abraham Lincoln dan Thomas Jefferson, tidak memiliki afiliasi keagamaan. Jefferson, kehilangan kepercayaannya pada agama Kristen ortodoks pada usia dini, namun tetap percaya pada Tuhan.
Sementara Lincoln, sejak kecil dibesarkan dalam keluarga yang religius dan sering berbicara tentang Tuhan, tetapi tidak pernah bergabung dengan gereja. Para ahli pun masih memperdebatkan masalah kepercayaan Lincoln yang sampai saat ini masih menjadi misteri.
----------------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

