Kenapa Pernyataan PM Takaichi soal Taiwan Bikin Hubungan Jepang-China Memanas?
ยทwaktu baca 4 menit

Hubungan diplomatik Jepang-China memanas akibat pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi soal Taiwan. Pernyataan itu memicu reaksi keras China, hingga China melarang warganya pergi ke Jepang.
Kenapa pernyataan Takaichi soal Taiwan bikin hubungan diplomatik Jepang-China memanas?
Pernyataan Takaichi bermula saat menghadiri pertemuan dengan anggota parlemen pada 7 November 2025. Saat itu, salah satu anggota parlemen bertanya soal situasi seperti apa di Taiwan yang dapat mengancam Jepang. Takaichi kemudian menjawab bahwa Jepang harus mempersiapkan skenario terburuk dalam merespons situasi di Selat Taiwan.
"Jika keadaan darurat di Taiwan melibatkan kapal perang dan menggunakan kekuatan, maka itu menjadi situasi yang dapat mengancam keselamatan Jepang dari sudut pandang mana pun," kata Takaichi saat itu.
"Apa yang disebut kontigensi Taiwan telah menjadi begitu serius, sehingga kita harus mengantisipasi kemungkinan terburuk," lanjut Takaichi.
Jarak antara Jepang dan Taiwan memang cukup dekat, yaitu sekitar 96 kilometer dari Jepang.
Pernyataan Takaichi itu memicu reaksi keras dari Konsul Jenderal China di Osaka, Xue Jian. Dalam unggahan di media sosial, dia bahkan mengancam akan memenggal kepala Takaichi. Namun, unggahannya itu dihapus beberapa hari kemudian.
"Leher kotor yang menerobos masuk itu, saya tidak punya pilihan selain memotongnya tanpa ragu sedikit pun. Apa Anda siap untuk itu?" kata Xue dalam unggahannya.
Jepang pun mengecam pernyataan Xue yang dinilai sangat tidak pantas dan telah melayangkan protes resmi ke pemerintah China.
China Panggil Dubes Jepang, Minta Takaichi Tarik Pernyataannya soal Taiwan
Buntut pernyataan Takaichi, China memanggil Duta Besar Jepang untuk China, Kenji Kanasugi, untuk meminta klarifikasi. Kanasugi dipanggil langsung oleh Wamenlu China Sun Weidong.
"Ini adalah langkah diplomatik serius kepada Jepang, usai komentar Perdana Menteri Sanae Takaichi yang keliru terkait China," kata Weidong.
Kemlu China juga meminta Takaichi menarik pernyataannya soal Taiwan. Juru bicara Kemlu China, Lin Jian, menyebut pernyataan Takaichi itu merupakan campur tangan kasar atas urusan dalam negeri China dan menjadikannya pukulan berat bagi hubungan bilateral kedua negara.
"Jika Jepang berani melakukan intervensi militer di Selat Taiwan, itu akan menjadi tindakan agresi, dan China akan membalas dengan tegas," kata Lin.
Untuk meredakan ketegangan, Dirjen Biro Asia dan Oseania Kemlu Jepang Masaaki Kanai akan berangkat ke China dan bertemu dengan Wakil Dirjen Urusan Asia Kemlu China Liu Jinsong. Media Jepang mengatakan, keberangkatan Kanai untuk menjelaskan pernyataan Takaichi tidak menandakan perubahan kebijakan keamanan Jepang, dan akan mendesak China untuk menahan diri dari tindakan yang akan merusak hubungan kedua negara.
China Minta Warganya Tak Pergi ke Jepang
Memanasnya hubungan kedua negara juga berdampak pada sektor pariwisata. Kemlu China mengeluarkan pemberitahuan yang mengimbau warganya tidak berpergian ke Jepang.
Imbauan itu diunggah di akun resmi Weibo Kemlu China. Dalam imbauan itu, Kemlu China mengatakan pernyataan Takaichi membuat atmosfer pertukaran antarmasyarakat Jepang dan China rusak parah dan menimbulkan risiko signifikan terhadap keselamatan pribadi dan nyawa warga negara China di Jepang.
"Sejak awal tahun ini, Jepang mengalami kerusuhan sosial dengan lonjakan insiden kriminal yang menargetkan warga negara China," kata Kemlu China dalam unggahannya.
Tiga maskapai penerbangan China bahkan menyatakan akan mengembalikan uang pembelian tiket ke Jepang.
China Masih Klaim Taiwan Bagian Negaranya
Taiwan memang merupakan isu yang sensitif bagi China. China sampai saat ini menganggap Taiwan bagian dari negaranya. Sementara Taiwan menyatakan diri sebagai negara yang merdeka dan menolak One China Policy atau Satu China.
China hingga saat ini memang tidak melakukan pendekatan militer untuk mencaplok Taiwan. Namun, China tetap membuka kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih Taiwan.
Takaichi dikenal sebagai sosok yang vokal mendukung Taiwan. Dia pernah menyebut blokade Taiwan dapat mengancam Jepang, dan Jepang dapat mengerahkan pasukannya untuk menghentikan invasi China.
China awal bulan ini juga menuduh Takaichi melanggar prinsip Satu China. Saat itu, China mengunggah fotonya bertemu dengan pejabat Taiwan di sela KTT APEC di Korsel.
