Kendala Evakuasi di RSU Anutapura Palu: Korban Terjepit Bangunan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi bangunan RS Anutapura yang rusak akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). 
 (Foto: ANTARA FOTO/BNPB)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi bangunan RS Anutapura yang rusak akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). (Foto: ANTARA FOTO/BNPB)

Rumah Sakit Umum Anutapura Palu menjadi salah satu gedung yang mengalami rusak parah akibat musibah gempa yang melanda Palu, Sulawesi Tengah. Selain bangunan yang luluh lantah, diperkirakan masih banyak korban yang belum bisa dievakuasi.

Wadir Pelayanan RSU Anutapura, Heri Mulyadi mengungkapkan, kesulitan proses evakuasi dikarenakan banyak korban yang tertimpa reruntuhan tembok. Sehingga, sampai 3 hari proses evakuasi, sekitar 8 orang yang ditemukan meninggal dunia.

“Medannya yang sulit, terjepit, risiko berat. Sehingga membutuhkan skil-skil yang bagus. Iya (banyak yang terjepit), ini kan menggunakn alat-alat karena kami kemarin melakukan evakuasi dengan manual dan sedikit saja yang bisa diambil dan sekarang ini sudah menggunakan alat,” kata Heri di RSU Anutapura, Palu, Kamis, (4/10).

Wadir Pelayanan RSU Anutapura Heri Mulyadi. (Foto: Moh Fajri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wadir Pelayanan RSU Anutapura Heri Mulyadi. (Foto: Moh Fajri/kumparan)

Heri mengungkapkan, saat ini beberapa tim telah diterjunkan untuk membantu evakuasi para korban. “Ini tim dari Jakarta, Makassar, Maros, Palu itu bersatu untuk mengevakuasi,” ucap dia.

Penjelasan Heri tersebut dibenarkan oleh Nurhayati, salah seorang perawat yang juga menjadi korban reruntuhan bangunan rumah sakit. Saat gempa terjadi, Nurhayati sedang berada di depan ruang perawat, sehingga sempat tertimpa reruntuhan bangunan selama 30 menit.

“Kurang lebih setengah jam, teman lihat tapi karena tidak bisa angkat temboknya cari teman lain. Dibantu teman sendiri angkat, ada teman laki-laki. Orang-orang bilang pasien utamakan,” ucap Nurhayati.

Nurhayati, perawat yang berada di RSU Anutapura saat gempa terjadi. (Foto: Moh Fajri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Nurhayati, perawat yang berada di RSU Anutapura saat gempa terjadi. (Foto: Moh Fajri/kumparan)

Nurhayati baru bisa keluar setelah ada keluarga pasien yang membantunya. Setelah lepas dari reruntuhan tembok, Nurhayati langsung berlari menyelamatkan diri ke tempat yang aman.

“Ada teman bantu angkat tembok baru bisa jalan. 2 orang yang bantu, 1 anaknya keluarga pasien lagi nungguin bapaknya selamat, kita ditolong,” pungkasnya.