Kepala BIN Beberkan Ancaman ISIS dari Timur Tengah ke Indonesia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BIN dan Kepala BNPT rapat terbatas. (Foto: ANTARA/Widodo Jusuf)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BIN dan Kepala BNPT rapat terbatas. (Foto: ANTARA/Widodo Jusuf)

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi Budi Gunawan membeberkan berbagai ancaman yang dihadapi Indonesia, dalam acara Halaqah Nasional Alim Ulama. Salah satunya ancaman terorisme yang menjadi perhatian semua negara.

"Ini harus diketahui ulama, pasca meninggal pimpinan tertinggi ISIS Al-Baghdadi, ISIS ubah konsep dan pola. Muncul ISIS jilid kedua atau 2.0, di mana wilayah Asia Pasifik dan Tenggara target mereka terbentuk khilafah khurasan. Di Eropa terbentuknya khilafah andalusia," ucap Budi Gunawan dalam acara di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (13/7).

Khusus Indonesia kata BG, secara masif ISIS telah mengembangkan sel-selnya dengan format baru, yaitu penggabungan kekuatan Jamaah Islamiyah (JI), Daulah Islamiyah (DI), NII di Banten dan NII non-struktural dengan cara brain wash dan memfasilitasi latihan-latihan beladiri dan persenjataan.

Perang Melawan ISIS di Mosul. (Foto: REUTERS/Ahmed Saad)
zoom-in-whitePerbesar
Perang Melawan ISIS di Mosul. (Foto: REUTERS/Ahmed Saad)

"Saat ini ancaman paling mengemuka dirasakan negara-negara seluruh dunia adalah konsep teror yang dinamakan jihad fardiyah, teror sendiri-sendiri atau dimuat media dengan istilah lone wolf," bebernya.

Aksi teror lone wolf itu sudah terjadi di Indonesia dalam beberapa kasus terorisme terakhir, baik penyerangan dua anggota Brimob di Blok M atau kasus terorisme di Bandung. Meski skala kecil, di Eropa terasakan akibatnya dan itu akan terus dilakukan mereka.

"Khusus keberhasilan front merger (penggabungan berbagai kelompok tadi) sudah dirasakan di Filipina. Kekuatan Maute di Marawi, konsep front merger berhasil. Sel ini diam-diam dikembangkan di Indonesia," terang BG.

Para tentara Filipina berjaga di Marawi (Foto:  REUTERS/Erik De Castro)
zoom-in-whitePerbesar
Para tentara Filipina berjaga di Marawi (Foto: REUTERS/Erik De Castro)

Saat ini sudah ada perintah konsolidasi di antara kelompok teror dengan membangun tekanan politik dan propaganda untuk menyerang pemerintah.

Ancaman Narkotika

Ancaman berikutnya di Indonesia adalah bidang narkotika. Budi Gunawan menyebut Indonesia adalah target narkotika dunia. Saat ini 27 kartel narkoba dunia masuk ke Indonesia, sehingga banyak penjahat transnasional atau penjahat dari organisasi internasional yang masuk Indonesia dan membesarkan jaringan pasar narkoba.

"Meski banyak ditangkap, tapi belum sebanding dengan jumlah yang masuk," ujar BG.

"15 Tahun terakhir Indonesia tidak hanya sebagai pasar pengguna narkoba, tapi juga berubah menjadi tempat transit dan produsen narkoba. Ini sudah sangat membahayakan," imbuh BG.

Pemusnahan Barang Bukti Narkoba (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pemusnahan Barang Bukti Narkoba (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)