Kepala BNPB Lapor Prabowo: 639 Ha Hutan Masih Terbakar, Terbesar Tanjung Puting

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi seluas 639,23 hektare. Luasan ini tersebar di 6 provinsi.
Hal itu disampaikan Suharyanto dalam rapat terbatas terkait karhutla yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10).
"Untuk provinsi prioritas lahan gambut ada di enam provinsi, Bapak Presiden: Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau. Untuk hari ini, yang terbakar yang masih ditangani oleh satgas di lapangan, jumlahnya adalah 639,23 hektare," kata Suharyanto.
Menurut dia, karhutla saat ini paling luas terjadi di Taman Nasional Tanjung Puting. Total area yang terbakar mencapai 513,89 hektare.
Ia menjelaskan, berbagai upaya penanganan sudah dilakukan, termasuk upaya menggelar water bombing. Namun terdapat kendala gangguan kabut asap yang tebal sehingga mengganggu jarak pandang untuk melakukan water bombing.
"Sementara untuk Satgas Udara kami sudah coba bergerak baik dari Palangkaraya Tjilik Riwut maupun dari Syamsudin Noor Banjarmasin, sementara belum tembus karena visibility yang sangat tebal," ungkapnya.
"Di Kalimantan Tengah ini operasi-operasi udara baik heli water bombing, operasi modifikasi cuaca maupun pesawat komersial sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah," jelas dia.
Sementara itu, Prabowo mengaku tak menyangka angka luasan area karhutla saat ini sudah turun. Ia mengapresiasi para pihak yang sudah terlibat membantu pemadaman.
"Tapi dari ratusan ribu (hektare), (yang terbakar) berapa minggu lalu, kita sekarang di bawah 1.000 (hektare). Saya kira ini kalau nggak kita turun tangan secara besar-besaran, nggak bisa. Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi kan, ke depan," ujar Prabowo.
