Kepala BNPB Minta Daerah Perkuat Jalur Evakuasi-Patroli Antisipasi Longsor

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengimbau BPBD dan Forkopimda untuk segera membuat jalur-jalur evakuasi untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor jelang Tahun Baru 2026. Patroli pun harus digalakkan.

Hal itu disampaikan Suharyanto dalam jumpa pers virtual, Senin (29/12). Turut hadir Menko PMK Pratikno hingga Wamendagri Akhmad Wiyagus.

"Ini jalur-jalur evakuasi, transportasi, kemudian langkah preventif ini dilakukan ya. Kemudian ini mohon para Kalaksa dibantu unsur Forkopimda, mumpung ini belum terjadi, segera patroli, segera bergerak ke titik-titik yang rawan bencana," kata Suharyanto.

"Saya yakin masing-masing Kabupaten/Kota sudah punya peta risiko rawan bencana di daerahnya masing-masing," sambung dia.

Ia tak mau korban berjatuhan lagi saat longsor mendadak terjadi. Seperti yang terjadi di sejumlah daerah di Sumut, Sumbar, dan Aceh.

Foto udara warga membantu pengendara melintasi jalan yang tertimbun longsor di Nagari Anduriang, Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (27/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

"Jangan sampai lagi masyarakat mendadak menjadi korban akibat banjir, longsor tiba-tiba. Ini mohon yang di sepanjang daerah aliran sungai, ini diperkuat komunikasinya. Kemudian diingatkan lagi evakuasi keluarganya," ungkapnya.

"Ini longsor biasanya terjadi tiba-tiba. Hitungannya detik. Dan ketika longsor, itu golden time-nya sangat pendek," sambungnya.

Kata dia, bila hujan deras sudah turun lebih dari 2 jam, maka patroli harus dilakukan ke daerah tersebut. Sebab, masyarakat acap sulit menyelamatkan diri bila longsor tiba-tiba datang.

Pekerja mengoperasikan alat berat saat membersihkan timbunan longsor yang menutupi badan jalan lintas Geumpang-Pameu-Takengon di Desa Panton Tengah, Rusip Antara, Aceh Tengah, Aceh, Rabu (24/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

"Jarang sekali masyarakat yang sudah terkena longsoran itu bisa menyelamatkan diri. Nah ini mohon, contohnya hujan deras lebih dari 3 jam, lebat, jaraknya 100 meter objek di depan mata tidak terlihat," katanya.

"Itu warga yang berada di lereng-lereng itu harus segera diungsikan," tutup dia.