Kepala BPOM Sambangi KKHI di Makkah, Minta Nakes Maksimal Layani Jemaah Haji

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BPOM Taruna Ikrar di Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah. Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BPOM Taruna Ikrar di Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah. Foto: Moh Fajri/kumparan

Anggota Amirul Hajj Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menyambangi Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah.

Taruna Ikrar berpesan kepada semua petugas kesehatan harus maksimal dalam melayani jemaah haji Indonesia yang sudah ramai memadati Makkah.

“Intinya kita ingin memaksimalkan potensi yang kita miliki untuk melayani para jemaah haji kita yang jumlahnya terbesar di dunia, yaitu 25 persen dari seluruh jemaah haji di tanah Makkah ini,” kata Taruna di KKHI Makkah, Minggu (1/6).

Petugas kesehatan menyiapkan layanan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Arab Saudi, Rabu (21/5/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO

Taruna mengakui tidak mudah dalam melayani jemaah haji Indonesia, khususnya dari segi kesehatan. Apalagi, ada tantangan cuaca panas yang bisa berdampak kepada kesehatan jemaah. Belum lagi, banyak jemaah lansia.

Taruna mengatakan, persoalan tersebut ditambah dengan jumlah tenaga kesehatan yang kurang.

“Salah satu tantangan yang kita lihat tadi ternyata petugas kesehatan kita jumlahnya sangat terbatas. Idealnya itu dalam suatu grup itu layanan misalnya 100 orang itu 1 dokter dan 1 tenaga medis,” ungkap Taruna.

“Kita lihat jumlahnya sekarang 221.000 jemaah kita itu berarti at least kita butuhkan adalah 2.000-an lebih petugas kesehatan, dan itu tidak sebanyak itu jumlahnya (petugas kesehatan), sangat terbatas,” tambahnya.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengecek persiapan layanan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Arab Saudi, Rabu (21/5/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO

Taruna menyebut, saat ini jumlah petugas kesehatan ada di angka 1.050. Artinya, kalau mau ideal masih harus menambah separuhnya lagi.

Taruna menuturkan, ibadah haji tidak hanya soal spiritualitas saja, tetapi juga membutuhkan fisik yang maksimal mulai dari saat menjalankan tawaf, sai, wukuf di Arafah, hingga mabit di Mina.

“Melaksanakan haji tidak mudah, selain butuh spiritual juga membutuhkan kekuatan fisik,” tutur Taruna.