News
·
14 April 2021 11:28

Kepala Polisi dan Petugas yang Tembak Daunte Wright Mengundurkan Diri

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kepala Polisi dan Petugas yang Tembak Daunte Wright Mengundurkan Diri (461901)
searchPerbesar
Suasana saat demonstran melakukan aksi terhadap penembakan polisi kepada pria kulit hitam Daunte Wright di Minnesota, di Washington, AS. Foto: Evelyn Hockstein/Reuters
Dua polisi yang terlibat dalam kasus penembakan Daunte Wright, pria kulit hitam di Minnesota, mengundurkan diri dari Kepolisian Minneapolis pada Selasa (13/4) waktu setempat.
ADVERTISEMENT
Mereka adalah Kepala Kepolisian Minneapolis, Tim Gannon, dan petugas kepolisian yang menembak Wright, Kim Potter.
Potter adalah petugas yang menembak Wright hingga tewas saat melakukan razia lalu lintas rutin. Sementara Gannon merupakan Kepala Polisi yang melaporkan kejadian tersebut.
Kabar tersebut diberitakan usai aksi demo warga yang mengecam kejadian tersebut berlangsung selama dua hari.
Dilansir Reuters, Wali Kota Brooklyn Center, Mike Elliot, menyebutkan bahwa keduanya menyerahkan surat pengunduran diri sehari setelah Tim Gannon melaporkan bahwa Potter, yang menembak Wright.
Kepala Polisi dan Petugas yang Tembak Daunte Wright Mengundurkan Diri (461902)
searchPerbesar
Demonstran berkumpul di luar Departemen Kepolisian Brooklyn Center sehari setelah Daunte Wright ditembak. Foto: Nick Pfosi/Reuters
Diketahui bahwa kepolisian menyangkal kabar bahwa Potter sengaja menembak Wright. Menurut mereka, alih-alih mengambil alat kejut (taser), Potter malah mengeluarkan pistol dan tak sengaja menembak Wright hingga tewas.
Elliot juga mengatakan kepada wartawan bahwa Dewan Kota telah mengeluarkan keputusan untuk memecat Tim Gannon dan Kim Potter sebelum menerima permohonan mundur.
ADVERTISEMENT
"Saya berharap, kabar ini dapat membawa sedikit ketenangan pada warga," ucap Elliot.
"Kami belum menerima permohonan pengunduran diri Potter, sehingga masih ada ruang untuk dilakukan pemecatan. Kami ingin mengirimkan pesan kepada komunitas bahwa kami menindaklanjuti situasi ini dengan sangat serius," lanjutnya, dikutip dari Reuters.
Dibandingkan dengan mengizinkan Potter mengundurkan diri, pemecatan dirinya akan berdampak pada dana pensiunnya kelak. Hal tersebut juga dapat mempersulit Potter dalam mencari pekerjaan di lembaga penegakan hukum di daerah-daerah lainnya.