Kepala SMP Baiturrahman Bandung soal Perundungan Siswanya: Berakhir Damai

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala SMP Baiturrahman Bandung, Saefullah Abdul Muthalib. Foto: Arif Syamsul Ma'arif/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala SMP Baiturrahman Bandung, Saefullah Abdul Muthalib. Foto: Arif Syamsul Ma'arif/kumparan

Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Plus Baiturrahman Bandung, Saefullah Abdul Muthalib, menjelaskan peristiwa perundungan yang terjadi pada Kamis (17/11) lalu. Peristiwa itu terjadi saat pergantian jam pelajaran setelah praktik olahraga, dan siswa tengah berganti pakaian di kelas.

"Biasa, kan, ada pergantian (pelajaran) itu, mungkin ganti baju, guru keluar karena sedang berganti baju. Tapi anak-anak membuat permainan, katanya," ucap Saefullah, Senin (21/11).

Saefullah mendapatkan kabar video tersebut dari wali kelas dan bagian kesiswaan sekolah. Ia pun menyayangkan pelaku yang bermain 'pukul helm' hingga membuat korban terkapar.

"Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, permainan itu nyolek kepala dengan tangan, tapi ini dengan kaki. Akhirnya mungkin pusing korban, kemudian menjatuhkan diri, tapi tidak pingsan," ucap Saefullah.

Setelah kejadian itu, pihak sekolah mengadakan mediasi antara korban dan pelaku pada Jumat (18/11).

"Hari Sabtu-nya dimediasi di Polsek Ujungberung, terjadi baik dan lancar dengan pertimbangan-pertimbangan bahwa sesungguhnya mereka adalah anak-anak, masih punya hak untuk belajar. Kata orang tua korban, 'dahlah kami legowo'," ucap Saefullah.

Aming Yudarmi, orang tua siswa korban bullying di Bandung. Foto: Arif Syamsul Ma'arif/kumparan

Saefullah pun memuji Aming Yudarmi, ayah korban, yang secara ikhlas menyudahi kasus tersebut. Ia menyebut Yudarmi paham akan kondisi anak-anak.

Luar biasa beliau. Dengan nurani beliau paham seperti apa membantu anak yatim karena pelaku adalah anak yatim semenjak usia dua tahun," ucap Saefullah.

Saefullah mengatakan per hari ini, pihak keluarga korban akan mencabut berkas perkara di Polrestabes Bandung.

"Alhamdulilah sampai di polsek berjalan dengan lancar mediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan. Berkas pun dicabut di polsek," pungkas Saefullah.

Laporan Arif Syamsul Ma'arif