Kepanikan saat Atap Lapangan Padel Ambruk Diterpa Hujan Deras dan Angin Kencang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atap lapangan padel  Anwa Racquet Club, Jakarta Barat ambruk pada Minggu (26/10/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Atap lapangan padel Anwa Racquet Club, Jakarta Barat ambruk pada Minggu (26/10/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Hujan turun deras di kawasan Meruya, Jakarta Barat, pada Minggu (26/10) siang. Dari dalam lapangan padel Anwa Racquet Club yang tertutup, para pengunjung masih asyik bermain.

Namun, sejurus kemudian suasana mendadak berubah tegang ketika terdengar bunyi “keretak” dari langit-langit. Angin kencang berembus, atap lapangan itu ambruk menimpa lapangan.

Kepanikan tidak terhindarkan. Seperti apa yang diceritakan oleh salah satu pengunjung lapangan, Safina (66). Ia menyebut kepanikan terjadi saat ada tanda-tanda atap akan ambruk.

“Tadi saya lagi di tribun, kebetulan teman-teman saya lagi pada bertanding di bawah. Terus itu hujan, hujan angin, terus tempias. Karena tempias itu, saya mindahin barang-barang saya dari kursi ke depan,” ucap Safina saat ditemui usai kejadian.

“Terus lama-lama kok makin kencang. Terus bunyi ‘keretak-keretak-keretak’ gitu kan ya. Waduh, apa ini, saya lihat kan. Waduh, itu udah deket begini, itunya apa itu, ceiling-ceiling-nya,” tambah dia.

Menurut Safina, saat itu para pengunjung mulai berlarian menjauh dari atap lapangan padel tersebut.

“Akhirnya saya mau ambil barang-barang teman-teman saya udah nggak sempat. Kebetulan tas saya deket sama saya, udah saya langsung kabur ke bawah,” ucap Safina.

“Udah itu, saya baru sampai tangga, gubrak katanya gitu. Jatuh itunya. Udah saya langsung menyelamatkan diri ke lapangan parkir,” tambahnya.

Kepanikan

Safina (66), salah seorang pengunjung lapangan padel yang atapnya ambruk di Jakarta Barat. Foto: Abid Raihan/kumparan

Safina bercerita, saat itu ada ratusan orang yang berada di lapangan dan sekitarnya. Kebetulan, pada saat itu sedang berlangsung kompetisi tenis dan padel.

“Uh, panik banget di dalam, udah teriak-teriak. Udah panik banget,” ucap Safina.

“Hari ini kan semifinal dan final, jadi lagi rame banget,” tambahnya.

Warga Cinere itu menilai, kejadian ini terjadi saat hujan dan angin kencang menerpa. Menurutnya, fondasi tiang penyangga atap tak kuat menahan kencangnya angin.

“Kalau aku sih bilang kayaknya fondasinya kurang kuat,” ucap Safina.

Ia pun merasa trauma dengan kejadian ini. Safina mengingat peristiwa ambruknya musala Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menewaskan puluhan santri.

“Ada sih trauma, kejadian kayak itu tuh, yang kayak di pesantren. Aduh,” imbuh Safina.

Aliyah (48), salah seorang pengunjung lapangan padel yang atapnya ambruk di Jakarta Barat. Foto: Abid Raihan/kumparan

Perasaan yang sama juga dialami oleh Aliyah (48). Ia merasa kejadian itu sangat traumatis baginya.

“Trauma sekali. Waduh,” ucap Aliyah.

Namun, ia tak mau banyak berspekulasi penyebab kejadian tersebut. Aliyah menilai, kejadian ini merupakan sebuah musibah.

“Yang namanya musibah, kita nggak tahu,” ujar Aliyah.

Hujan dan Angin Kencang Penyebabnya

Atap lapangan padel itu ambruk sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan disertai angin kencang diduga menjadi penyebabnya.

“Sarana olahraga padel mengalami kerusakan akibat angin saat hujan. Kejadian bermula ketika hujan deras disertai angin kencang menerjang atap lapangan tenis,” jelas Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, dalam keterangan tertulis, Minggu (26/10).

“Atap itu terhempas angin yang mengakibatkan kerusakan pada enam lapangan tenis. Atas kejadian tersebut, karyawan memanggil pihak kepolisian,” tambahnya.

Pemilik Minta Maaf dan Investigasi Penyebab

Atas insiden ini, pemilik Anwa Racquet Club, Wawa, meminta maaf kepada penyelenggara turnamen dan para penyewa lapangannya. Saat peristiwa terjadi, tengah digelar turnamen.

“Ya, terima kasih kepada Prime Tournament yang sudah berbesar hati ya, karena ini musibah, bukan maunya kita. Kalau secara teknis semua sudah oke, tapi tadi memang hujan terlalu besar. Sehingga terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Sekali lagi kami mohon maaf,” ucap Wawa saat ditemui usai kejadian.

“Dan kami juga mohon maaf kepada pihak-pihak yang mungkin sudah menge-booking beberapa minggu ke depan. Karena kita harus perbaiki dan kita terus akan memperbaiki lebih kuat lagi. Karena tadi memang hujan terlalu besar. Sekali lagi kami mohon maaf,” tambahnya.

Pemilik Anwa Racquet Club, Wawa usai insiden atap lapangan padel ambruk pada Minggu (26/10/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Menurutnya, atap yang ambruk akan langsung diperbaiki. Kini, Wawa tengah menyerahkan proses investigasi kepada pihak kepolisian.

“Tapi kami percaya polisi juga bekerja sama yang baik. Supaya beberapa saat mungkin ditutup dulu, diinvestigasi. Sampai waktu tertentu nanti kita perbaiki lagi,” ucap Wawa.

Wawa tak bisa berjanji kejadian serupa tidak terulang lagi nantinya. Namun, ia memastikan pihaknya akan melakukan yang terbaik dalam perbaikannya.

“Di dunia ini tidak ada yang pasti. Tapi kita do the best ya. Kita juga nggak tau kapan kita meninggal. Jadi kita do the best aja,” ucap Wawa.

“Yang penting kita dari pihak Anwa cepat respons. Dan saya sendiri hari ini sampai tidak bisa pergi beribadah padahal sudah dekat pintu gereja. Saya balik karena langsung tanggung jawab saya. Walaupun saya juga punya jam-jam ibadah di malam hari. Dan setiap harinya,” tambahnya.

Wawa menilai insiden atap ambruk ini murni merupakan musibah. Menurutnya, tak ada fondasi dari atap yang lemah dan tempatnya sudah mengantongi izin operasi.

“Berizin. Kalau nggak berizin nggak bisa ya. Karena ini besar sekali,” ucap Wawa.

“Menurut saya tidak ada (fondasi) yang lemah. Jadi sedang diinvestigasi,” lanjutnya.

Tak Ada Korban Jiwa

Atap lapangan padel Anwa Racquet Club, Jakarta Barat ambruk pada Minggu (26/10/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Kapolsek Kembangan Kompol M Taufik Ikhsan memastikan tak ada korban jiwa dalam insiden itu.

"Tidak ada korban," kata Taufik kepada kumparan.

Pantauan kumparan di lokasi, atap yang berbentuk seperti kanopi itu tampak terbelah dua. Tiang-tiang penyangga pun jatuh ke lantai lapangan itu.

Polisi langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Mereka menerima laporan atap ambruk pada pukul 14.00 WIB.