Kepolisian Malaysia Panggil Pimpinan GISB Terkait Kasus Pelecehan 400 Anak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Inspektur Jenderal Kepolisian Kerajaan Malaysia Razarudin Husain. Foto: Mohd RASFAN/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Inspektur Jenderal Kepolisian Kerajaan Malaysia Razarudin Husain. Foto: Mohd RASFAN/AFP

Kepolisian Malaysia akan memanggil pimpinan manajemen Global Ikhwan Services and Business (GISB). Pemanggilan tersebut terkait dugaan puluhan panti asuhan yang menjadi tempat pelecehan dikelola GISB.

Pernyataan itu disampaikan pejabat kepolisian Malaysia, Razarudin Husain, pada Jumat (13/9). Pemanggilan merupakan tindak lanjut penyelamatan lebih dari 400 anak yang diduga dilecehkan di 20 panti asuhan GISB.

Razarudin mengatakan, mereka tidak mengabaikan kemungkinan akan ada anggota GISB yang ditangkap setelah pemanggilan.

Meski demikian, Razarudin tak memberikan detail kapan anggota GISB diperiksa. Siapa yang akan dipanggil pun tidak diungkap.

GISB telah membantah dugaan mereka sebagai pengelola panti asuhan. Akan tetapi, usai kepolisian mengatakan bakal memanggil pimpinan mereka GISB belum mengeluarkan komentar.

GISB sendiri mengaku sebagai konglomerat Muslim di Malaysia. Mereka terlibat berbagai bisnis yang beroperasi di 20 negara termasuk Indonesia.

Adapun, menurut Razarudin sebanyak 172 anak yang mereka evakuasi mengalami gangguan mental dan kesehatan. Sejumlah anak bahkan mengalami luka.

Oleh sebab itu, Razarudin memastikan seluruh anak-anak akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

"Beberapa dari anak-anak ini cacat dan sakit, sedangkan 13 di antaranya mengalami sodomi," ucap Razarudin seperti dikutip dari Reuters.

Razarudin menambahkan dari 171 orang yang sudah ditangkap sebanyak 159 ditahan sambil menunggu persidangan. Yang lainnya ditemukan masih di bawah umur dan diputuskan untuk dibebaskan.

"Empat pria dan satu wanita diselidiki terkait kasus sodomi," ucap Razarudin.