Kepolisian Rusia Tangkap 1.400 Orang Pendukung Alexei Navalny

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pendukung politisi oposisi Rusia Alexei Navalny yang dipenjara memegang bendera Rusia saat unjuk rasa di Moskow, Rusia. Foto: Shamil Zhumatov/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pendukung politisi oposisi Rusia Alexei Navalny yang dipenjara memegang bendera Rusia saat unjuk rasa di Moskow, Rusia. Foto: Shamil Zhumatov/Reuters

Ribuan orang di Rusia kembali menggelar aksi demonstrasi besar-besaran atas penahanan terhadap pemimpin oposisi Alexei Navalny. Kini Navalny ditahan di sebuah penjara di Rusia.

Bahkan kondisi kesehatan Navalny kini disebut semakin memburuk. Selain itu, ia juga melakukan aksi mogok makan karena pihak berwenang diduga tak mengizinkan dokter pribadinya memeriksa kesehatannya.

Aksi demonstrasi itu berujung penangkapan terhadap lebih dari 1.400 orang. Data itu disampaikan oleh OVD-Info, sebuah kelompok yang memprotes penahanan Navalny.

"1.496 orang telah ditangkap, termasuk 662 orang di St. Petersburg dan 95 orang di Kota Ufa," kata OVD-Info dikutip dari Reutres, Kamis (22/4).

kumparan post embed

Para pengunjuk rasa di Kota Moskow meneriakkan, "Bebaskan Navalny" dan "Biarkan dokter masuk". Dari ribuan massa, istri Navalny, Yulia, turut bergabung dalam unjuk rasa di Moskow.

Lusinan mobil polisi dikerahkan ke Kota Moskow. Alun-alun tempat para aktivis biasa berkumpul ditutup dengan penghalang logam, seperti Lapangan Merah.

Sekitar 300 orang melakukan protes di Vladivostok, beberapa membawa spanduk bertuliskan "Kebebasan bagi tahanan politik" dan "Tidak ada perang, penindasan dan penyiksaan".

"Semua orang menyadari bahwa pihak berwenang saat ini tidak memiliki hal baru untuk diusulkan bagi negara. Kami membutuhkan generasi baru, Saya melihat Navalny sebagai salah satunya," kata Ilya, seorang pelajar berusia 19 tahun yang ikut dalam aksi demonstrasi.

Masyarakat memegang ponsel mereka yang menyala saat unjuk rasa untuk mendukung politisi oposisi Rusia Alexei Navalny yang dipenjara di Moskow, Rusia. Foto: Maxim Shemetov/Reuters

Sedangkan di lokasi lain, polisi anti huru hara menggunakan kekerasan dalam melakukan penangkapan. Di Magadan, petugas memaksa seorang pria ke berbaring di tanah dan menyematkan lengannya ke belakang.

Kepolisian Rusia mengatakan, ada sekitar 6.000 orang melakukan aksi demonstrasi di Moskow. Penangkapan dilakukan karena polisi menyebut aksi mereka ilegal.

Juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, dan Lyubov Sobol, ditahan di dekat rumah mereka di Moskow beberapa jam sebelum unjuk rasa.

Yarmysh kemudian harus dipenjara selama 10 hari dalam sidang kilat karena menghasut orang untuk melakukan protes. Sedangkan Sobol dibebaskan menjelang sidang pada hari Kamis.