Kepsek-Ketua Yayasan SMP Subang Tewas Kecelakaan Bus, Bagaimana Nasib Sekolah?

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SMP IT Al-Muaawanah di Kp. Pasirlaja RT. 08 RW. 02, Pakuhaji, Kec. Cisalak, Kab. Subang Prov. Jawa Barat Foto: http://sekolah.data.kemdikbud.go.id/
zoom-in-whitePerbesar
SMP IT Al-Muaawanah di Kp. Pasirlaja RT. 08 RW. 02, Pakuhaji, Kec. Cisalak, Kab. Subang Prov. Jawa Barat Foto: http://sekolah.data.kemdikbud.go.id/

Bus yang membawa rombongan siswa, guru, hingga kepala sekolah SMP Al Muaa’Wanah, Subang, mengalami kecelakaan tunggal di Tanjakan Cae, Wado, Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (10/3) petang. Bus itu masuk jurang sedalam 20 meter.

Sebanyak 29 orang tewas dalam peristiwa tragis itu. Bus itu baru pulang mengantar rombongan dari ziarah ke Pamijahan, Tasikmalaya. Mereka yang tewas terdiri dari guru, kepala sekolah, hingga pelajar, serta kerabat mereka yang turut dalam wisata itu. Data dari manifes korban tewas, jumlah guru yang meninggal, termasuk honorer, ada 5 orang, termasuk kepala sekolah itu. Adapun jumlah pelajar yang meninggal sebanyak 10 orang. Sisanya, merupakan keluarga yang mengantar para siswa ziarah ke Pamijahan, Tasikmalaya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Tatang Komara mengatakan Kepala Sekolah SMP Al Muaa’Wanah Jejen Juraezin yang meninggal dalam kecelakaan itu juga merupakan Ketua Yayasan Al Muaa’Wanah.

SMP IT Al-Muaawanah di Kp. Pasirlaja RT. 08 RW. 02, Pakuhaji, Kec. Cisalak, Kab. Subang Prov. Jawa Barat Foto: http://sekolah.data.kemdikbud.go.id/

Jejen dan istri, mertua, dan anak, meninggal dalam insiden itu. Namun Tatang tak hafal siapa nama istri Jejen dan anak serta mertuanya.

Muncul banyak pertanyaan, bagaimana nasib sekolah tersebut usai banyak guru hingga kepsek-ketua yayasannya meninggal akibat kecelakaan? Menanggapi pertanyaan itu, Tatang mengatakan institusinya masih akan menanyakan kepada pihak keluarga pemilik Yayasan Al Muaa’Wanah. Karena sekolah itu lembaga swasta yang pengelolaannya ada di manajemen keluarga pemilik yayasan.

"Apakah mau di-off atau bagaimana? Karena tanggung jawabnya ada di yayasan. Kemungkinan yang paling sesuai dengan cara menggabungkan dengan sekolah swasta terdekat," ujar Tatang, saat dihubungi, Jumat (12/3).

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara kecelakaan bus masuk jurang di Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021). Foto: Polres Sumedang/HO ANTARA

Tatang mengatakan sekolah itu memiliki 33 siswa-siswi dari kelas VII hingga IX. Dari jumlah itu, 10 di antaranya meninggal karena kecelakaan bus di Sumedang. Maka, kini hanya tersisa 23 siswa.

Sedangkan guru yang meninggal menurut Tatang ada 3 orang, namun dalam manifes penumpang tewas tertulis guru yang meninggal ada 5 orang. Sebagian besar guru honorer. Tatang tidak hafal berapa jumlah guru yang ada di SMP Al Muaa’Wanah itu. Berikut daftar mereka yang tewas dalam insiden kecelakaan bus di Sumedang: 1. Yudi Awan (41), pengemudi

2. Dede Lili (46), kernet bus

3. Lidia Nur Hidayanti (13), pelajar

4. Syarif Munawar (40), guru

5. Aan Sukaesih (41), ibu rumah tangga

6. Jejen Juraezin (41), guru yang juga kepala sekolah

7. Arifha Qurota Aini (7), pelajar

8. Hana Nur Azizah (26), guru

9. Dinda Hani (15), pelajar

10. Gina Virginia (13), pelajar

11. Dina Khoirunisa (14), pelajar

12. Windi Widia Ningsih (14), pelajar

13. Resa Situ Khoerunisa (13), pelajar

14. Tatang Hidayat (20), guru honorer

15. Sari Nurmala (28), mahasiswa

16. Ade Ipah (50), ibu rumah tangga

17. Rukman Nur Hakim (50), Wiraswasta

18. Cahyati (15), pelajar

19. Gea (4)

20. Entin Supriatin, ibu rumah tangga

21. Oktaviani (14), pelajar

22. Amot (60), ibu rumah tangga

23. Wardi Alias Anwar (51), PNS

24. Ugi Zaenal, guru honorer

25. Riki Faisal Mubarok (25), guru honorer

26. Entin Supratin (15), pelajar

27. Aan Anwar Sadad (38), wiraswasta

28. Mamah/Nena (55), ibu rumah tangga, warga Pakuhaji Kec. Cisalak Kab. Subang. Penumpang

29. Euis Elizen (48), warga Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang