Kepsek SMAN 72 Jakarta: Peledak Bom Bukan Korban Bullying

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana SMAN 72 Jakarta Utara beberapa hari setelah ledakan bom dalam sekolah. Foto: Rinddy Seftyan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana SMAN 72 Jakarta Utara beberapa hari setelah ledakan bom dalam sekolah. Foto: Rinddy Seftyan/kumparan

SMAN 72 Jakarta memastikan bahwa anak berhadapan dengan hukum (ABH) pelaku ledakan bom bukan merupakan korban bullying atau perundungan. Kepastian itu disampaikan oleh Kepala SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Tampubolon.

“Itu bukan korban bullying ya, kita harus luruskan,” kata Tetty saat dihubungi kumparan pada Sabtu (22/11).

Tetty mengaku telah meminta keterangan dari sejumlah murid terkait kabar perundungan. Namun, tidak ada satu pun yang pernah melihat langsung adanya tindakan bullying terhadap pelaku.

“Kami hanya menyatakan bahwa memang tidak ada bullying,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, total terdapat tujuh bom yang dibawa pelaku dan hendak diledakkan di sekolah. Namun, hanya empat bom yang meledak, sementara sisanya berhasil diamankan polisi.

Empat bom tersebut meledak di dalam masjid dan di taman baca yang berada dekat bank sampah. Untuk bom yang diledakkan di masjid, pelaku menggunakan remote sebagai pemantik. Sementara itu, bom yang diledakkan di taman baca dan di area sampah dipabrik menggunakan sumbu.