Kepsek soal 2 Siswanya Tewas Akibat Kebakaran Gedung Cyber: Mereka Sedang PKL

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana rumah duka Seto di Depok, korban tewas kebakaran gedung cyber, Kamis (2/12). Foto: Dok. Octobryan Purwo
zoom-in-whitePerbesar
Suasana rumah duka Seto di Depok, korban tewas kebakaran gedung cyber, Kamis (2/12). Foto: Dok. Octobryan Purwo

Kepala Sekolah SMK Taruna Bhakti Depok, Ramadin Tarigan, membenarkan dua siswanya Redzuan Khadafi (17) dan Seto Fachrudin (18) merupakan korban kebakaran Gedung Cyber di Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka tewas dalam kebakaran yang terjadi pada Kamis (2/12) siang.

Tarigan mengatakan kedua siswanya itu berada di sana untuk menjalankan tugas dari tempatnya praktik kerja lapangan (PKL). Dalam data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta diketahui Seto dan Redzuan berada di sana sebagai tamu dari PT Abinawa.

"Kantornya tidak di sana. (Di sana) lagi maintenance kan bagian dari tugasnya di PKL. Tempat PKL-nya itu di bidang internet service provider. Kan memang pusatnya semua server (di Gedung Cyber)," kata Tarigan saat dihubungi kumparan.

Tarigan mengatakan almarhum merupakan siswa kelas XII Teknik Komputer Jaringan. Waktu PKL mereka tidak sama.

"Seto ini sudah PKL di sana selama enam bulan sedangkan Redzuan baru sekitar tiga bulan,” ujar Tarigan.

Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi korban di lokasi kebaran di gedung Cyber, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2021). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Saat ini para guru telah berada di RS Fatmawati untuk melihat kondisi korban dan mendampingi pihak keluarga.

SMK Taruna Bhakti sudah memberikan pendampingan kepada kedua korban di rumah sakit Fatmawati. Selain itu, sejumlah guru sudah mengunjungi rumah korban untuk memberikan pendampingan hingga pemakaman anak muridnya.

“Pihak sekolah sudah membantu semuanya, kebetulan saya sedang berada di luar kota,” ungkap Tarigan.