Kepsek Soal Aldelia Dibakar Teman: Saya Trauma, Pernah Rumah Terbakar
·waktu baca 3 menit

Aldelia Rahma (11 tahun), siswi SDN 10 Durian Jantung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), tewas terbakar akibat kejahilan temannya saat membakar sampah di belakang sekolah. Ketika itu, Aldelia dan seluruh siswa kelas 4 disuruh guru olahraga dan wali kelas untuk bersih-bersih lingkungan sekolah.
Usai kejadian, Aldelia sempat mendapat perawatan intensif di RSUD Padang Pariaman hingga RSUP M Djamil Padang. Selama perawatan, kondisi Aldelia semakin menurun hingga didiagnosis gizi buruk, anemia, dan hipokalemia.
Kurang lebih tiga bulan melawan sakit di badannya, pada Selasa (21/5), Aldelia meninggal dunia. Pihak keluarga telah membuat laporan polisi agar kasus kematian Aldelia diusut tuntas.
Cerita dari Kepsek
Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 10 Durian Jantung, Asmaniar, mengaku tidak mengetahui persis kejadian yang menimpa murid didiknya. Karena saat kejadian, ia berada di ruang kerja.
“Jadi kami yang ada di sekolah di kantor cuma berdua. Pagi-pagi anak dan guru sudah masuk kelas. Setelah guru masuk kelas, jam olahraga (masuk) khusus kelas 4. Jam olahraga ini diambil inisiatif untuk memilih sampah,” kata Asmaniar, Jumat (24/5).
Peristiwa nahas itu terjadi pada 28 Februari 2024 (sebelumnya ditulis 23 Februari). Persisnya pukul 09.00 WIB.
Asmaniar menyebutkan kegiatan inisiatif yang dilakukan siswa kelas 4 bukan gotong royong, karena kalau gotong royong melibatkan semua siswa. Kegiatan bersih-bersih ini murni inisiatif guru olahraga dan wali kelas tanpa sepengetahuannya.
“Bukan suruhan saya. Inisiatif guru. Lebih lengkapnya (kronologi) langsung ke guru. Saya tidak berada di sana, takut salah bicara. Saya tidak ada nyuruh, kalau gotong royong tentu dari kelas 1-6, ini inisiatif guru,” ujar Asmaniar.
Asmaniar mengaku tahu setelah kondisi lingkungan sekolah ribut-ribut. Bahkan setelah tahu Aldelia terbakar, dirinya nyaris pingsan.
“Bersih-bersih itu jam 9 pagi. Saya tahu sudah jam setengah 10, sudah ribut orang. Saya saja tidak bisa, saya diberikan minum sama orang, antara sadar dan tidak. Saya trauma, pernah rumah terbakar," ujar Asmaniar.
Polisi Mengusut Kasus Ini
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kota Pariaman, Iptu Rinto Alwi, mengatakan dalam insiden ini kepolisian menilai kuat dugaan adanya unsur kelalaian dari pihak sekolah, karena kurangnya pengawasan dilakukan para guru.
“Berpotensi ada kelalaian pihak sekolah. Kami akan mintai pertanggungjawaban pidana, kami akan selidiki dan gelar perkara. Kami mintai keterangan dari pihak sekolah dan anak yang menyiram nanti,” kata Rinto.
Rinto mengungkapkan untuk keluarga korban sudah dimintai keterangan. Pemanggilan terhadap pihak sekolah dan anak pelaku penyiraman akan dilakukan pekan depan.
“Karena baru dilaporkan dua, tiga hari, kasus masih dalam proses penyelidikan. Keluarga sudah kami mintai keterangan, untuk saksi-saksi mungkin dalam minggu depan,” ujar Rinto.
