Keputusan Trump Tidak Membantu Menyelesaikan Masalah Palestina-Israel

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sidang Umum PBB (Foto: Dok. United Nations)
zoom-in-whitePerbesar
Sidang Umum PBB (Foto: Dok. United Nations)

Lima negara Eropa yaitu Inggris, Prancis, Jerman, Swedia, dan Italia meminta Amerika Serikat untuk menjelaskan secara rinci proposal perdamaian antara Israel dan Palestina. Menurut negara-negara tersebut, tindakan Trump dengan memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem tidak membantu dalam menyelesaikan konflik panjang antara kedua negara.

Keputusan Trump yang diklaim sebagai tindakan penepatan janji kampanye dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel memicu “hari kemarahan” warga Palestina pada Jumat (8/12). Ribuan masyarakat Palestina turun ke jalan untuk melakukan protes, setidaknya satu orang terbunuh dan lebih dari 35 orang terluka akibat bentrokan dengan tantara Israel.

Dikutip dari Reuters, di tengah gemuruh kemarahan di wilayah Timur Tengah, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan pertemuan untuk membahas kondisi tersebut. Pertemuan ini terlaksana atas permintaan delapan negara dari 15 negara anggota, yaitu Inggris, Prancis, Swedia, Bolivia, Uruguay, Italia, Senegal dan Mesir.

Hasil dari pertemuan tersebut, Inggris, Prancis, Jerman, Swedia, dan Italia mengatakan bahwa keputusan AS dengan memindahkan Kedubes ke Yerusalem tidak membantu dalam hal prospek perdamaian di wilayah tersebut.

"Kami siap untuk berkontribusi pada semua upaya yang dapat dipercaya untuk memulai kembali proses perdamaian, berdasarkan parameter yang disepakati secara internasional, yang mengarah ke solusi dua negara," kata mereka.

"Kami mendorong AS untuk mengajukan proposal rinci penyelesaian konflik antara Israel-Palestina."

Pendemo menginjak bendera Israel dan Amerika. (Foto: AFP/Mohammed Abed)
zoom-in-whitePerbesar
Pendemo menginjak bendera Israel dan Amerika. (Foto: AFP/Mohammed Abed)

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan dari Duta Besar Mesir, Amr Aboulatta yang mengatakan bahwa keputusan AS akan berdampak serius sekaligus buruk pada proses perdamaian.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan bahwa Washington memiliki memiliki kredibilitas dalam menyelesaikan konflik antara Palestina dengan Israel. Ia pun menegaskan bahwa Israel tidak boleh diintimidasi oleh PBB, atau negara yang terbukti telah mengabaikan keamanan Israel.

"Israel tidak akan pernah, dan tidak boleh, diintimidasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, atau oleh kumpulan negara-negara yang telah membuktikan bahwa mereka mengabaikan keamanan Israel," tegas Haley.

Perlu diketahui bahwa keputusan Trump dengan memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem mendapat respons keras dari masyarakat Palestina. Bahkan Hamas menyerukan akan melakukan 'Intifada' jilid 3 untuk menentang keputusan berani dari Presiden Amerika itu.