Kerap Kena Tilang, Bus Selawat untuk Jemaah Haji Kini Tanpa Simbol Indonesia
·waktu baca 2 menit

Bus Selawat yang jadi transportasi utama jemaah haji Indonesia menuju ke Masjidil Haram kini berubah wajah. Tak ada lagi atribut khas Indonesia yang menandakan bus itu khusus untuk jemaah haji Indonesia.
Semula, setiap bus tersemat bendera merah putih, tulisan 'Indonesia', burung garuda, nomor bus, dan rute bus. Kini, pemerintah Arab Saudi malah menilang bus-bus yang masih tersemat atribut-atribut itu.
"Kebijakan pemerintah Arab Saudi bukan melarang, bus kita sering kena tilang karena ada logo-logo itu, ada lambang negara lain beredar di wilayah Makkah sehingga bus kita beberapa kali kena tilang sehingga komplain dari perusahaan juga, bus kita kena tilang kenapa nih ditelusuri, ternyata akibatnya adalah logo-logo tersebut. Sementara kita copot dulu logo burung garuda, itu sedih sekali," kata Kasie Transportasi Daker Makkah, Asep Subhana, di Makkah, Minggu (18/6).
Perusahaan bus mengeluhkan banyak sopir mereka yang kena tilang. Ini cukup memberatkan karena dendanya mencapai SR 500 atau Rp 2 juta. Kini bus hanya mencantumkan nomor dan rute.
"Ke depan kita akan coba lagi negosiasi. Kita sedang buat surat ke pihak berwenang bahwa kalau tanda-tanda tersebut dihilangkan dari bus satu membingungkan jemaah haji Indonesia," jelas dia.
"Kedua berpotensi bus dimasuki jemaah haji dari negara lain karena tidak ada tanda-tanda khusus dan dia tahu bus ini melewati terminal-terminal dan halte-halte yang dilalui jemaah Indonesia," tambah dia.
Asep mengakui ini merupakan kendala tak terduga yang dihadapi di lapangan. Dia berharap ini hanya kebijakan sementara.
"Semoga sementara karena pemerintah Arab Saudi memang begitu, awal melarang tapi besok-besoknya kita tempel lagi tidak dilarang lagi," ucap dia.
