Kerap Nonton Video Porno, Siswa SMP di Makassar Cabuli 2 Murid SD

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pencabulan Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pencabulan Foto: Thinkstock

Dua anak perempuan di bawah umur yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga menjadi korban pencabulan. Polisi telah mengamankan anak laki-laki berusia 14 tahun berinisial WH yang merupakan terduga pelaku.

Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, IPTU Muh Afhi Febrianto membenarkan kasus tersebut. Dia mengatakan, terduga pelaku telah diamankan di Polrestabes Makassar, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Iya semalam diamankan (pelaku)," kata Afhi kepada Kumparan, Kamis (24/3) pagi.

Afhi mengatakan, terduga pelaku tercatat juga masih anak di bawah umur dan pelajar SMP di Makassar. Dia berinisial WH. Pelaku mencabuli dua murid SD tersebut, masing-masing, berumur 8 dan 7 tahun yang masih duduk di bangku kelas 2.

Pencabulan ini dilakukan secara berulang kali sejak 2021. Tapi, baru kali ini berhasil terungkap atau diketahui keluarga korban. Akibatnya, pelaku sempat ingin dihakimi massa.

"Pelaku dikepung dan akan dihakimi oleh warga setempat. Setelah kami dapatkan informasi itu, langsung ke lokasi, langsung mengamankannya," ucapnya.

Di hadapan polisi, pelajar SMP ini mengakui perbuatannya. Ia melakukan itu lantaran nafsu karena keseringan menonton film dewasa atau video porno.

"Pelaku sering menonton video porno" jelasnya.

Sementara itu, Kanit PPA Polrestabes Makassar Iptu Rivai mengatakan, perkara ini bukanlah pemerkosaan. Melainkan, ini pencabulan yang dilakukan anak di bawah umur terhadap pelajar SD. Dan parahnya, korban ada dua orang.

"Bukan pemerkosaan, tapi cabul," ucap dia.

Dalam mendalami kasus ini, Rivai mengaku membutuhkan laporan resmi dari keluarga korban. Tapi sampai saat ini, korban belum datang melapor.

"Belum melapor korbannya. Kami harapkan segera melapor secara resmi," tandasnya.