Keraton Yogyakarta Gelar Simulasi Gempa Bumi, Diikuti Abdi Dalem

BPBD DIY bersama Keraton Yogyakarta menggelar simulasi bencana gempa bumi dan kebakaran pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Siagaan Bencana 2022.
Simulasi gempa bumi merupakan yang pertama kalinya dilakukan setelah sebelumnya pada 2017 digelar simulasi bencana alam kebakaran.
Dalam simulasi tersebut, gempa tiba-tiba terjadi saat Abdi Dalem bertugas di lingkungan keraton. Abdi Dalem merupakan orang yang mengabdikan diri untuk keraton.
"Gladi seperti ini 2017 sudah dilakukan (tapi) simulasi tentang kebakaran. Gempa baru pertama kali diselenggarakan BPBD DIY yang itu diminta langsung oleh Ngarso Dalem," kata Bendahara Tepas Tandha Yekti Keraton Yogyakarta Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Tirtowijoyo di lokasi, Selasa (26/4).
KMT Tirtowijoyo yang bertugas sebagai Komanda Tanggap Darurat ini menjelaskan bahwa simulasi ini diikuti abdi dalem dari berbagai departemen. Simulasi ini diharapkan menambah pengetahuan abdi dalem soal kebencanaan.
"Untuk sebenarnya dari Keraton sendiri sudah ada tim yang bertugas untuk menanggulangi bencana alam itu ada Purorakso sebagai tim Keraton yang bertugas untuk menangani tentang bencana alam," katanya.
Simulasi seperti ini dirasa penting. Jika menengok sejarah, pada gempa 2006 lalu, Keraton Yogyakarta juga turut terdampak. Beruntung tidak ada abdi dalem yang menjadi korban jiwa.
"Gempa 2006 yang lalu yang saya ketahui ada beberapa bangunan di Keraton yang mengalami kerusakan berat salah satunya adalah Kagungan Dalem Bangsa Trajumas. Ini salah satunya bangunan secara fisik bangunan yang rusak," katanya.
KMT Titowijoyo menyampaikan saat gempa itu sedang terjadi penggantian shift abdi dalem yang sedang bertugas.
"Korban jiwa tidak ada korban jiwa (gempa 2006) untuk abdi dalem. Karena bangunan yang rusak adalah bangunan yang tidak ditungguin abdi dalem atau bukan tempat bertugas abdi dalem," jelasnya.
Kepala Bidang Operasi TRC BPBD DIY Endro Sambodo mengatakan bahwa kondisi perkotaan seperti ini yang paling rentan saat terjadi gempa adalah reruntuhan bangunan. Selain juga kebakaran akibat reruntuhan bangunan tersebut.
"Kalau di perkotaan banyak. Yang paling utama adalah reruntuhan bangunan dan kebakaran dampak reruntuhan tersebut. Terutama di wilayah perkotaan," kaya Endro.
Harapannya setelah melakukan simulasi ini, diharapkan abdi dalem memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai macam situasi darurat.
