Keraton Yogyakarta Masih Tiadakan Tradisi Malam 1 Suro Mubeng Beteng
·waktu baca 2 menit

Keraton Yogyakarta meniadakan Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng di malam 1 suro atau Jumat (29/7) malam. Pemicunya karena masih pandemi COVID-19.
"Untuk Mubeng Beteng memang belum kita laksanakan karena melihat kondisi atau keadaan sekarang yaitu COVID-19 belum begitu aman sehingga untuk sementara waktu belum kita adakan," kata Pengajeng Urusan Keprajan Kawedanan Perintah Hageng Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Wijaya Pamungkas melalui sambungan telepon, Kamis (28/7).
Meski begitu, KRT Wijaya mengatakan pada malam 1 Suro diadakan Umbul Donga. Acara tersebut memiliki makna doa bersama.
"Umbul Donga itu wujud doa bersama yang kita laksanakan pada malam hari malam Sabtu tepatnya di Bangsal Ponconiti," jelasnya.
Acara Umbul Donga juga tetap menerapkan protokol kesehatan. Jumlah orang yang mengikuti acara tersebut hanya 300 orang. Sejatinya, tempat acara bisa untuk 1.000 orang.
"Sementara abdi dalem, itupun nggak semua. Terbatas 300 orang. Tempat bisa 1.000 orang cukup, karena memerlukan jaga jaraknya itu. Protokol kesehatan," katanya.
Gelaran Umbul Donga merupakan wujud kedekatan Keraton Yogya dengan masyarakat ini akan dimulai pada pukul 20.00 WIB. Kegiatannya mulai dari macapatan dan doa hingga pukul 23.00 WIB.
"Isinya doa-doa sampai malam hari. Diperkirakan jam 23.00 WIB lebih dikit kita mulai upacara di antaranya diawali pembukaan dari MC," kata KRT Wijaya.
"Terus atur pambagya harja, pangandikan penghageng, habis itu ada doa dipimpin dari salah satu abdi dalem Pengulon. Jam 12 (malam) atau jam 00 selesai," pungkasnya.
