Keren, Pemuda di Yogya Ubah Irigasi Kumuh jadi Indah dengan Ikan Koi

kumparanNEWSverified-green

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Irigasi Kali Gajah Wong atau biasa disebut Bendhung Lepen di Kampung Mrican, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Irigasi Kali Gajah Wong atau biasa disebut Bendhung Lepen di Kampung Mrican, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Saluran irigasi sangat penting bagi negara agraris seperti Indonesia. Kualitas air di irigasi menjadi faktor sukses di bidang pertanian. Tapi kadang saluran irigasi malah penuh sampah. Dan kasus di Yogya ini bisa menjadi contoh.

Hal itu pula yang dirasakan Karang Taruna Kampung Mrican, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Mereka merasa gerah, irigasi di kampungnya dipenuhi sampah. Lokasi sekitarnya juga banyak digunakan ternak babi yang bikin bau tak sedap.

Para pemuda Yogya ini kemudian membulatkan tekad mengubah irigasi Kali Gajah Wong atau biasa disebut Bendhung Lepen menjadi lebih indah dan tak lagi tercemar.

"Kita mempunyai ide gagasan kapan lagi kita beranjak dari kampung kumuh. Apakah iya kita terus-terusan aliran irigasi dialiri sampah. Sedangkan irigasi ini ke sawah-sawah hingga Bantul," kata Andhy Noor Wijanarko (26) salah seorang anggota karang taruna ditemui di Kampung Mrican, Jumat (10/7).

Suasana irigasi Kali Gajah Wong atau biasa disebut Bendhung Lepen di Kampung Mrican, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Setelah melakukan konsolidasi, pada Maret 2019 pemuda-pemuda ini turun ke irigasi. Mereka membersihkan irigasi yang dipenuhi lumpur yang membuat pendangkalan. Irigasi yang tadinya hanya 50 cm bisa dipulihkan menjadi 1 meter kedalamannya.

"Proses dari awal itu kita membentuk ide di karang taruna terus sampai lapangan lokasi merangkul warga sekitar di aliran irigasi. Kedua menyatukan satu visi misi mau bergerak seperti apa to kita," ujarnya.

Suasana irigasi Kali Gajah Wong atau biasa disebut Bendhung Lepen di Kampung Mrican, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Setelah irigasi bersih, mereka lantas memasang 2 sampai 3 jaring sekat untuk menahan sampah. Setelah jaring itu terpasang mereka kemudian berinisiatif menebar benih ikan sekitar 1 kuintal.

"Ada ide lagi gimana kalau dikasih ikan biar ekosistemnya dapat tumbuh lagi sampai sekarang," ujarnya.

Suasana irigasi Kali Gajah Wong atau biasa disebut Bendhung Lepen di Kampung Mrican, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Benih ikan yang ditabur mayoritas ikan nila. Namun untuk mempermanis irigasi, mereka juga menabur ikan koi dan tombro. Semua biaya merupakan hasil iuran pemuda dan warga. Iuran tersebut bersifat seikhlasnya.

"Ini swadaya seikhlasnya warga. Banyak sedikit yang penting ikhlas. Sumber utama adanya swadaya masyarakat," ujarnya.

Tercatat sudah 4 kali mereka panen ikan. Sekali panen ikan yang dihasilkan mencapai 8,5 kuintal. Ikan tersebut dijual kembali, untuk warga setempat harganya lebih miring. Uang kemudian digunakan kembali untuk pembenihan.

Seiring berjalannya waktu irigasi Bendhung Lepen ini juga viral di media sosial. Ketenarannya pun membuat warga di lain kecamatan berbondong-bondong datang. Banyak warga yang datang bersama anak-anaknya dan bermain dengan ikan-ikan di irigasi tersebut.

Untuk menjaga ikan-ikan dari maling pemuda juga memasang CCTV di sepanjang 100 meter irigasi.

Suasana irigasi Kali Gajah Wong atau biasa disebut Bendhung Lepen di Kampung Mrican, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sementara itu, Tari (40) pengunjung asal Wirosaban mengaku senang dengan keberadaan irigasi cantik ini. Selain karena gratis, lokasi yang di dalam kota bisa dia jangkau dengan sepeda motor bersama si buah hatinya.

"Saya sudah dua kali ke sini. Saya dari Wirosaban. Wisata murah meriah. Dikelola ini bagus sekali," ujarnya.

Tumbuhnya Ekonomi

Ketua Karang Taruna Kampung Mrican, Suradianto menjelaskan langkah para pemuda ini murni gerakan sosial. Namun dia mengakui ekonomi masyarakat tumbuh pasca Bendhung Lepen dikenal publik. Banyak warga yang berjualan makanan di sekitar taman.

"Taman ini program pemerintah PUPR. 2015 itu. Setelah dibangun sudah tidak ada sisi perawatan. Kita visi misi kita di aliran irigasi. Berjalannya waktu proses respons masyarakat di Jogja ternyata banyak yang bilang tempat wisata tapi kita belum tempat wisata sebetulnya," ujarnya.

Suasana irigasi Kali Gajah Wong atau biasa disebut Bendhung Lepen di Kampung Mrican, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

"Yang jual warga sekitar ekonomi lumayan bergeliat," katanya.Dalam satu hari setidaknya ada 300 pengunjung yang datang di kampung tersebut. Ke depannya, para pemuda akan memperpanjang budidaya ikan dari 100 meter menjadi 1 KM di aliran irigasi. Para pemuda berharap langkah ini bisa ditiru daerah lain agar terus menjaga ekosistem sungai.

embed from external kumparan