Kerusuhan Pecah di Huamual Maluku: Hujan Batu, Dipicu Pengukuhan Raja

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kerusuhan pecah di Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, Sabtu (11/2). Salah satu kelompok warga dihujani batu oleh kelompok lain.

Rusuh itu buntut dari protes atas pengukuhan Abdul Gani Kaliky sebagai Raja Negeri Luhu. Sebelumnya, kelompok yang menentang pengukuhan tersebut telah membakar kantor Camat Huamual pada Sabtu dini hari.

Kantor Camat Huamual yang dibakar pada Sabtu (11/2/2023). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Camat Huamual yang dibakar pada Sabtu (11/2/2023). Foto: Dok. Istimewa

"Pembakaran tersebut terkait dengan protes sebagian masyarakat yang menolak pelantikan Raja Negeri Luhu dan pelantikan lembaga adat Negeri Luhu," kata Kasi Humas Polres Seram Bagian Barat, AKP Jopi Nuniary, Sabtu (11/2).

Abdul Manaf, warga yang menjadi saksi mata kerusuhan itu, bercerita tensi panas sudah terasa sebelum pengukuhan berlangsung.

"Awalnya kelompok itu menyerang memakai batu, kemudian dibalas hujan batu lagi," kata Abdul kepada kumparan saat dihubungi, Sabtu (11/2).

Nampak polisi mencoba mengatur situasi. Dok: Ist.
Warga melindungi diri, menutup kepala. Dok: Ist.
Polisi berjalan ke arah kelompok pelempar batu, warga mengikuti. Dok: Ist.

Pengukuhan Raja Luhu Tetap Berjalan

Meski sempat rusuh, proses pengukuhan tetap berjalan dan Abdul Gani Kaliky dikukuhkan sebagai Raja Negeri Luhu.

Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas, membantah adanya kerusuhan. "Tidak ada saling serang, nanti kami rilis," ujarnya, Sabtu (11/2).