Kesaksian Nuraini saat Bripka Arya Gugur Ditembak Usai Gagalkan Pencurian Motor
·waktu baca 2 menit

Bripka (Anumerta) Arya Supena gugur ditembak saat menggagalkan aksi pencurian motor milik seorang wanita bernama Nuraini di Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung, Sabtu (9/5). Nuraini mengungkap detik-detik percobaan pencurian itu.
Nuraini bercerita, semua bermula ketika ia tiba di toko sekitar pukul 05.20 WIB. Saat itu, Nuraini bersama rekan kerjanya tengah bersiap untuk membuka toko.
“Aku datang jam 05.20 WIB, terus masuk ke dalam toko. Sekitar 05.30 WIB lagi ngecek pesanan, teman-teman juga lagi nyiapin stok toko,” kata dia, Minggu (10/5).
Tak lama kemudian, Nuraini mendengar suara teriakan dari luar toko yang disusul bunyi letusan satu kali.
“Ada bunyi teriakan gitu, terus kita kira ledakan. Ternyata pas dilihat Pak polisi sudah terkapar,” ungkap Nuraini.
Menurutnya, saat keluar toko, Bripka Anumerta Arya Supena sudah dalam kondisi terluka parah.
“Sudah berdarah di bagian kepala,” bebernya.
Usai kejadian, pihak toko langsung menghubungi ambulans sebelum aparat kepolisian datang ke lokasi.
Nuraini menyebut, pelaku meninggalkan kunci T di lokasi kejadian. Selain itu, bagian magnet kunci sepeda motornya sudah sempat dirusak oleh pelaku.
“Motor saya Beat Deluxe warna hitam. Magnetnya sudah kebuka setengah,” jelasnya.
Atas aksi Bripka Arya yang menggagalkan pencurian motornya, Nuraini menyampaikan ucapan terima kasih dan doa untuk korban.
“Saya ucapkan terima kasih karena telah menggagalkan pencurian kendaraan bermotor saya. Semoga Bapak ditempatkan di surga-Nya Allah dan di tempat terbaik,” pungkasnya.
