Kesaksian Pemilik Restoran Manado di Cempaka Putih yang Dirusak Massa

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah makan masakan manado Andy Watung yang dirusak sekelompok orang. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah makan masakan manado Andy Watung yang dirusak sekelompok orang. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

Polisi hingga kini masih terus menyelidiki aksi penyerangan terhadap restoran Manado di daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa (16/10) dini hari. Penyerangan dilakukan oleh sekelompok massa hingga menyebabkan kaca restoran dan sebuah mobil Xenia yang sedang terparkir rusak.

kumparan menyambangi lokasi kejadian. Ada dua rumah makan yang dirusak oleh kelompok ini, yakni Andy Watung dan Bunaken. Keduanya tetap buka seperti biasa meski nampak sejumlah barang hancur belum dipindahkan. Selain itu, sejumlah polisi terlihat berjaga di depan restoran.

"(Kejadian) tengah malam hampir setengah tiga (pagi). (Restoran) sudah tutup, saya tutup. (Setelah itu) saya biasa sebelum tidur doa dulu, saya habis doa tahu-tahu suara beng beng (seperti lemparan batu). Saya lihat, ya ampun banyak orang ratusan, saya teriak," kata pemilik rumah makan Andy Watung, Yetti Sofiya Watung, kepada kumparan di lokasi, Rabu (17/10).

Wanita berumur 50 tahun itu kemudian keluar dan melihat teras rumah makannya dibakar. Beberapa barang miliknya juga dirusak oleh massa yang menggunakan sepeda motor.

Rumah makan masakan manado Andy Watung yang dirusak sekelompok orang. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah makan masakan manado Andy Watung yang dirusak sekelompok orang. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

"Saya (lihat) ke bawah api udah gede, mereka siram bensin di sini (tembok), sebelah (rumah makan Bunaken) yang kena mobil sama kulkas," terang dia.

Sementara pemilik rumah makan Bunaken, Vernando Wowiling (46), mengungkapkan kejadian pengrusakan berlangsung cepat. Saat kejadian, ia dan istrinya, Meiske (46), tengah membuat kue di dalam rumah makannya.

Rumah makan masakan Manado Bunaken yang dirusah sekelompok orang. (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah makan masakan Manado Bunaken yang dirusah sekelompok orang. (Foto: Dok. Istimewa)

"Kita lagi bikin pesanan kue orang jam 02.00 WIB lewat (dini hari), (rumah makan) sebelah diserang sekelompok orang. Pas saya keluar dari sini (pintu) saya juga ikut diserang," jelas Vernando.

Pada saat kejadian, ia melihat restorannya dilempari dengan batu. Vernando juga mengaku diancam akan dibunuh oleh sekelompok massa itu.

"Ada yang teriak mau bunuh saya. 'Saya bunuh kamu'. Saya jawab 'salah saya apa?', mereka terus enggak ngomong apa-apa," ucapnya sambil menirukan pelaku.

Mobil pemilik rumah makan Bunaken yang dirusak. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil pemilik rumah makan Bunaken yang dirusak. (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

"Mobil saya kena. Itu kacanya hancur. Tapi badan enggak, cuman kena sedikit kena lemparan batu," imbuhnya.

Kendati demikian, Vernando menilai mereka bukanlah dari geng motor. "Mereka lempar batu agak jauh (dari jalan) tapi enggak kena. Mereka kayak geng kotor tapi kayaknya bukan," tutup Vernando

Polisi sebelumnya sudah memeriksa pemilik kedua restoran terkait pengrusakan yang mereka alami. "Korban sudah kita minta keterangannya terkait dengan insiden pengrusakan itu," kata Kasubbang Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Purwadi saat dikonfirmasi.

Selain meminta keterangan saksi, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti pecahan kaca hingga mobil Daihatsu Xenia warna hitam yang dirusak.