Kesaksian Penumpang Kapal Pesiar yang Dikarantina Jepang Akibat Corona

Sebanyak 3.711 penumpang kapal pesiar Diamond Princess tak diperbolehkan turun dan harus menjalani karantina selama 2 pekan di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Karantina ini dilakukan akibat wabah virus corona.
Salah seorang penumpang mengisahkan kondisi di dalam kapal pesiar mewah itu. David Abel menceritakan kondisi kapal itu cukup mengerikan. Mengingat 20 penumpang telah dinyatakan terinfeksi virus corona.
"Ini adalah situasi yang mengerikan bagi sebagian besar penumpang, terjebak di sini, terbatas di kabin. Kami tidak diizinkan ke luar ruangan," kata Abel dilansir AFP, Kamis (6/2).
Penumpang asal Inggris itu menceritakan kehidupannya saat ini lewat Facebook hingga akhirnya viral. Abel mengatakan, telah dibanjiri permintaan publik terkait kondisi dan informasi di dalam kapal pesiar selama proses karantina.
"Saya tidak menyombongkan diri, hanya seperti itu adanya," ungkapnya.
Menurut Abel, layanan makanan di kapal pesiar itu telah berubah menjadi lebih buruk sejak karantina diberlakukan. Menurutnya, kondisi ini tidak seperti berada di kapal pesiar mewah. Ia menyebut sebagai penjara mengambang.
Selain itu, Abel menjelaskan beberapa kamar penumpang tak dilengkapi balkon sehingga terbatas dalam mendapat udara segar. Ia khawatir kondisi ini menyebabkan udara di dalam kapal terkontaminasi dari penumpang yang batuk dan mengalami gejala virus yang berasal dari Wuhan, China itu.
Abel mengatakan, ada keterbatasan informasi dari kru dan kapten terkait mereka yang terinfeksi virus corona. Ia khawatir kondisi ini dapat memperpanjang periode karantina bagi penumpang kapal pesiar itu.
"Mudah-mudahan, kita akan pulang sebelum Natal," kelakar Abel.
Saking putus asa karena turut dikarantina, Abel meminta wiski dan pisang kepada kapten kapal, setiap harinya.
"Saya tahu bahwa layanan kamar juga menerima pesan-pesan (seperti) ini, jadi bisakah saya memberi Anda pesan, bisakah seseorang di layanan kamar membawakan saya pisang segar, setiap hari? Hanya satu pisang, itu saja yang saya minta," pinta Abel.
Usai memakan pisang, ia berkelakar ingin meminum segelas wiski. "Aku ingin memesan Talisker, malt tunggal berusia 10 tahun, tanpa es, tanpa air. Akan luar biasa jika itu bisa diatur."
Kapal pesiar Diamond Princess dikarantina di Pelabuhan Yokohama, setelah menghabiskan 14 hari berwisata keliling lautan.
Karantina dilakukan setelah pria asal Hong Kong berusia 80 tahun dinyatakan positif virus corona setelah turun dari kapal itu akhir Januari lalu. Dengan penularan terbaru, angka pasien virus corona di Jepang meroket hingga 45 orang.
Jumlah kematian akibat virus corona pun terus bertambah setiap harinya. Sejauh ini, total kematian akibat virus corona di China mencapai 563 jiwa. Sementara kasus kematian di luar China daratan mencapai 2 jiwa yang terjadi di Filipina dan Hong Kong. Sehingga kematian secara global mencapai 565 jiwa.
