Kesaksian Penumpang KMP Tunu Pratama: Mesin Mati, Lampu Mati, Kapal Miring

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Catatan Redaksi: Berita ini mengalami perubahan pada isi, yakni informasi terkait pemilik kapal adalah PT Raputra Jaya.

Keluarga korban menangis saat menanti kabar pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali di Posko pengaduan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (3/7/2025). Foto: Stringer/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Keluarga korban menangis saat menanti kabar pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali di Posko pengaduan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (3/7/2025). Foto: Stringer/AFP

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya rute Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7) pukul 23.56 WITA, 25 menit setelah lepas jangkar.

Kapal milik PT Raputra Jaya yang membawa 53 penumpang dan 12 kru ini diduga tenggelam akibat kebocoran di ruang mesin, lalu berujung terbalik.

Data sementara ini, dari 65 orang di kapal, 33 orang ditemukan, 4 orang di antaranya tewas. Sisanya, 32 orang, masih belum ditemukan.

Keluarga menangis setelah mendengar saudaranya selamat dari tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di posko pengaduan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (3/7/2025). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menyampaikan cerita dari penumpang yang selamat, yakni Farid asal Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi; dan Dayat asal Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.

"Mereka menjelaskan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya tiba-tiba mengalami mesin mati, terus miring, dan lampu mati dan hidup kembali tapi hanya sebentar, kemudian kapal langsung tenggelam, kejadian tersebut sangat cepat," kata Ariasandy, Kamis (3/7).

Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator, Nanang Sigit, menegaskan soal kondisi kapal yang miring.

"Kapal tersebut dari awal memang tidak bisa dihubungi oleh radio kemudian dapat dihubungi dari kapal yang lain itu kapal Tunu 388. Tetapi kondisi pada saat itu kapal (Tunu Pratama) dalam kondisi miring," ujar Nanang.

Kronologi KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali

Tim SAR gabungan melakukan pencarian penumpang Kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. Foto: Dok. Basarnas Surabaya

Berikut kronologi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya:

Rabu ke Kamis (2-3/7)

Pukul 22.56 WIB (atau 23.56 WITA)

KMP Tunu Pratama Jaya berangkat.

Pukul 00.16 WITA

Petugas mendengar dari kanal 17, kapal meminta pertolongan karena terjadi kebocoran mesin kapal.

Pukul 00.19 WITA

Kapal mengalami blackout atau listrik mati total.

Pukul 00.21 WITA

Masalah pada kapal terlihat oleh petugas jaga syahbandar kemudian dilaporkan kepada Basarnas dan instansi terkait lainnya.

Pukul 00.22 WITA

Kapal dikerahkan untuk menuju lokasi namun sudah terbalik dan hanyut ke arah selatan dengan titik koordinat -08°09.371', 114°25.1569'.