Kesaksian Warga di Malam Sebelum Sekuriti Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas

Warga Desa Kembang Kuning, Jatiluhur, Purwakarta, digegerkan penemuan jasad Sumarna (40), sekuriti Waduk Jatiluhur. Korban ditemukan tewas mengapung dengan tangan terborgol di waduk tersebut, tepatnya di kawasan Tanggul Kayat, Jumat (24/7) pagi.
Seorang warga setempat, Aji Mame (56 tahun) mengaku sempat melihat korban di malam sebelum dia ditemukan tewas atau Kamis (23/7). Pria yang biasa memulung di Waduk Jatiluhur itu, terlihat berada di pos sedang bicara dengan dua orang yang tak dikenali.
"Saya mau pulang itu jam setengah sepuluh malam. Di pos itu Beliau ada, lagi ngobrol sama anak-anak enggak tau siapa. Lama, dah, ada berdua," paparnya saat ditemui kumparan, Sabtu (25/7).
"Terus pas pagi, ada satpam dua tiga orang lagi nyari temannya ke bawah, tapi nggak nemu jadi ke atas lagi. Eh, kan tau-tau udah ramai penemuan," tambahnya.
Dengar Kabar soal Vandalisme
Aji juga mendengar kabar bahwa korban diduga sempat menegur pelaku vandalisme di Tanggul Kayat.
Pantauan kumparan pada Sabtu (25/7) Tanggul Kayat penuh coretan berwarna putih bertuliskan 'RPM', 'Fungli' serta 'BGR'.
"Sempet ngelarang (pelaku vandalisme) dengarnya mah," kata Aji.
Menurut Aji, Tangggul Kayat merupakan spot nongkrong favorit anak muda. Aktivitas mereka hingga larut malam.
"Tiap hari udah penuh orang dari jam 4 sore sampai tengah malam. Masih banyak orang yang pacaran yang main, geng motor," papar dia.
