Kesaksian Warga: Dua Pesawat Tucano Bersenggolan di Udara, Meledak, lalu Jatuh
ยทwaktu baca 2 menit

Dua pesawat milik TNI AU jatuh saat terbang di langit dataran tinggi pegunungan Gunung Bromo, Jawa Timur. Dua orang prajurit gugur akibat peristiwa ini.
Sebelum jatuh, seorang warga, Mustari, menyebut empat pesawat terbang di langit membentuk formasi seperti panah.
"Pesawatnya ada empat. Satu di depan, dua di samping kanan kiri dan satu di belakang," jelas Mustari, warga Desa Pusungmalang, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, yang berjarak 14 km di bawah TKP jatuhnya pesawat, Kamis (16/11).
Mustari menyebut saat itu ia berada di halaman rumahnya. Ia mengatakan, lewatnya 4 unit pesawat itu pun sontak menjadi perhatian masyarakat.
Saat melihat 4 pesawat terbang membentuk formasi seperti panah itu, Mustari menyebut ada dua pesawat yang jatuh. Katanya, keduanya bersenggolan.
"Yang bersenggolan itu pesawat yang depan dan samping kiri, lalu meledak di atas," ungkapnya.
Sementara itu, Paiman yang saat itu tengah menanam kentang dekat TKP area ladang milik Perhutani, lokasi pesawat juga memberi kesaksian. Katanya cuaca saat itu sedang berkabut.
"Saat itu kerja di ladang, nanam kentang, cuaca berkabut. Tiba-tiba ada pesawat jatuh, lalu meledak. Jedaaaar. Kira-kira pukul 11.30 WIB," ungkap Paiman.
Berikut identitas 4 awak dua pesawat Super Tucano yang jatuh di Pasuran dan Probolinggo tersebut:
1. Pesawat Super Tucano TT 3111:
Pilot: Letkol Sandhra Gunawan di kursi depan
Kolonel ADM Widiono di kursi belakang
2. Pesawat Super Tucano TT 3103
Pilot: Mayor Penerbang Yuda A Sutha
Kolonel Penerbang Subhan di kursi belakang
Pihak TNI AU saat ini sudah di lokasi untuk menginvestigasi. Penyebab jatuhnya pesawat juga masih didalami.
Tim gabungan TNI AU dibantu warga terus mengevakuasi 2 awak pesawat TNI AU yang jatuh. Jenazah dibawa dari lokasi kejadian ke ambulans yang sudah disiapkan.
