Kesaksian Warga Soal Dentuman dan Cahaya di Langit Bali

Seorang warga di Bali, I Gede Wardhiantho, menyaksikan peristiwa jatuhnya benda langit yang diduga asteroid pada Minggu (24/1) pukul 10.27 WIB.
I Gede menangkap momen tersebut melalui kamera handphone-nya di daerah Pantai Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali.
Meskipun momen tersebut dapat diabadikan dengan kamera handphone milik I Gedhe, namun penampakan benda jatuh tersebut tidak dapat tertangkap kamera karena tingkat kecepatan yang begitu tinggi.
"Penampakannya kemarin seperti batu meteor cepet sekali. Tidak keburu ngambil videonya ya lebih cepat dari kapal jet. Cuma satu aja itu saya jepret," tuturnya kepada kumparan, Senin (25/1).
Cahaya yang melesat juga mengikuti benda luar angkasa tersebut ketika jatuh. I Gede juga menambahkan, suara dentuman tersebut persis seperti suara ban mobil truk yang meletus.
"Kayak ban truk meletus saya kira ban mobil truk. Ketika saya lihat ke langit cepat ada cahaya melesat," imbuhnya.
Sementara pihak Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) belum bisa mengkonfirmasi terkait cahaya yang tertangkap pada foto tersebut.
Sejauh ini, LAPAN menduga suara tersebut memang disebabkan dari asteroid yang jatuh.
Asteroid merupakan benda langit yang ukurannya lebih kecil dari planet tetapi lebih besar dari meteorit.
Menurut LAPAN, suara ledakan yang didengar oleh I Gede dan warga Buleleng itu berpotensi mirip dengan dentuman yang terjadi di Bone pada 8 Oktober 2009 silam.
Data infrasound dari NASA pun membuktikan dugaan tersebut. Di mana data infrasound mengindikasikan adanya asteroid jatuh dengan ukuran berdiameter 10 cm. Seismograf BMKG kali ini mencatat anomali dengan getaran 1,1 Magnitudo.
"Bila dibandingkan dengan kejadian di Bone, ada kemiripan sehingga diduga ledakan di Buleleng juga disebabkan adanya asteroid besar yang jatuh," tegas Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin.
==
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
