Kesaksian Warga soal Helikopter PK-CFX Jatuh: Terdengar Ledakan, Ada Puing-puing

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Puing-puing di lokasi jatuhnya helikopter yang berada di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia, Kamis (16/04/2026). Foto: Dok. Hi Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Puing-puing di lokasi jatuhnya helikopter yang berada di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia, Kamis (16/04/2026). Foto: Dok. Hi Pontianak

Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air dilaporkan hilang kontak di wilayah Kecamatan Nanga Taman, tepatnya di Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Kamis (16/4) pagi.

Informasi awal dari warga setempat menyebutkan, helikopter tersebut diduga mengalami kecelakaan setelah terdengar suara ledakan keras dari arah hutan.

Yohanes, salah seorang warga, mengaku mendengar suara ledakan saat sedang beraktivitas di sekitar lokasi. Tak lama setelah itu, ia mendapat kabar adanya puing-puing helikopter.

"Saya mendengar ledakan besar saat sedang memotong kayu, saya dan rekan kerja juga merasakan kapal terbangnya (helikopter) itu seperti terbang rendah. Tidak lama kemudian, saya diberi tahu oleh Along bahwa ada puing-puing pesawat beserta korban. Setelah itu kami langsung melaporkan kepada petugas untuk segera dilakukan evakuasi,” ujar Yohanes saat ditemui di lokasi.

Puing-puing di lokasi jatuhnya helikopter yang berada di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia, Kamis (16/04/2026). Foto: Dok. Hi Pontianak

Sementara itu, Along, warga yang pertama kali menemukan lokasi diduga jatuhnya helikopter, menuturkan bahwa ia awalnya mencium bau bahan bakar sebelum melihat serpihan dari atas pohon.

“Saya sedang mencari tupai, lalu mencium aroma bahan bakar. Saya kemudian memanjat pohon untuk melihat, dan terlihat serpihan besar di bawah dengan kondisi ada orang di dalamnya, meski tidak terlalu jelas. Saya tidak berani mendekat dan langsung memanggil warga lain serta melaporkannya ke petugas,” jelasnya.

Hingga saat ini, seluruh korban berjumlah delapan orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.