Kesal Disebut Bikin Susah, Ayah di Makassar Bunuh Anaknya yang Sedang Tidur

23 Juni 2022 13:54
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Suasana di rumah anak yang dibunuh oleh ayah kandungnya di Makassar  (Ist)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di rumah anak yang dibunuh oleh ayah kandungnya di Makassar (Ist)
ADVERTISEMENT
Seorang ayah, Rahman (70) di Jalan Sinassara, Kecamatan Tallo Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi karena membunuh anak kandungnya pada, Kamis (23/6) pagi. Rahman ini diduga emosi lantaran ditegur tak sopan oleh Rusli (42), anak kandungnya.
ADVERTISEMENT
Penganiayaan hingga tewas itu terjadi sekitar pukul 06.00 WITA pagi, usai Rahman pulang dari salat subuh di masjid. Dia menghantam anaknya bernama Rusli (42) dengan balok kayu saat tidur pulas di kursi hingga tewas di tempat.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando mengatakan, terduga pelaku telah diamankan. Dia menyerahkan diri di Polsek terdekat setelah membunuh anaknya.
"Sudah diamankan pelakunya," kata Lando kepada kumparan, Kamis (23/6).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Dia mengatakan, Rahman tega membunuh anaknya karena emosi. Ia sebelumnya baru pulang dari kampung halaman, Kabupaten Bone, Sulsel. Sesampainya di rumah, Rusli mengatai bapaknya dengan kata tak sopan.
"Pelaku sempat dikatai anaknya, kenapa pulang ke rumah. Bikin susah saja," ucap Lando.
Sehingga, saat pelaku pulang dari masjid salat subuh, ia melihat anaknya tertidur di kursi. Kemudian, ia mengambil balok kayu dan menghantam kepala anaknya hingga tewas.
ADVERTISEMENT
"Pelaku memukul kepala korban dengan menggunakan kayu balok sebanyak lima kali," bebernya.
Setelah membunuh anaknya, pelaku pun mendatangi Polsek setempat, bermaksud untuk menyerahkan diri. Saat ini, terduga pelaku pun diamankan. Sementara, korban juga telah diserahkan ke pihak keluarga.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020