Keseruan 60 Siswa Belajar di Tengah Hutan Bambu di Sleman

Sebanyak 60 anak dari berbagai tingkat sekolah mengikuti Sekolah Pintar Wukirsari di tengah Hutan Bambu, Desa Bulak Salak, Sleman, Yogyakarta. Mereka diajak ke alam bebas agar memiliki suasana belajar yang berbeda dari sekolah formal biasa.
Lokasi kegiatan yang berada di tengah rimbun pohon bambu, serta jalan yang cukup ekstrem, tak menyurutkan semangat anak-anak berbaur dengan alam. Mereka terlihat asyik membuat sedotan berbahan bambu.
“Ini kita kasih sedotan bambu, biar mengurangi pemakaian plastik,” ujar salah satu siswa kepada kumparan, Kamis (19/9).
Dari ruang pendidikan nonformal ini mereka juga diajarkan agar tidak melakukan kekerasan dan berani melawan perundungan (bullying). Tempat ini juga diharapkan bisa menjadi ruang cerita bagi mereka yang mengalami kekerasan atau bullying di sekolah.
“Edukasi tentang penguatan karakter, mencari solusi tentang kasus di sekolah. Anak-anak menceritakan kejadian di sekolah, ketika mereka mengalami kasus bully, mereka ceritakan, tadi begini lho,” ujar Pendiri Sekolah Pintar, Ani Martanti.
Ani mengajar anak-anak dibantu delapan orang sebagai pendamping. Selain itu, mereka juga biasa mendatangkan profesional untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada anak-anak.
“Sekolah ini juga didukung Kelompok Tani Organik Merapi, Bapak Untung. Beliau juga memberi sumbangsih pendidikan agrobisnis,” jelasnya.
“Sehingga anak-anak ini tidak hanya belajar secara akademis, tapi juga keterampilan. Nanti saat mereka selesai sekolah, enggak perlu ke mana-mana, kembangkan lahan yang ada,” lanjutnya.
Tahun ini merupakan tahun kelima Sekolah Pintar Wukirsari mengadakan kegiatan belajar di alam bebas sejak dibentuk pada 2015. Kelas akan berlangsung selama dua bulan dengan pertemuan dua kali seminggu. Tempat dan waktu kegiatan juga dibebaskan kepada anak-anak yang ingin ikut.
“Kami tidak berpikir untuk take and gift, apa pun itu just do it. Sekolah jadi salah satu nilai tambah Sleman dalam penilaian KLA (Kota Layak Anak). Kita meraih inovasi desa terbaik nasional dari Kemendes,” tutur Ani yang juga anggota DPRD Sleman itu.
