Keseruan Bocah di Bali Main Balapan Mobil Panel Surya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah anak kecil bermain mobil mainan bertenaga panel surya di Balai Desa Serangan, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (6/12/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah anak kecil bermain mobil mainan bertenaga panel surya di Balai Desa Serangan, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (6/12/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Sejumlah bocah tampak asyik bermain balap mobil di Balai Desa Serangan, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (6/12) sekitar pukul 13.00 WITA. Balap mobil kali ini tampak berbeda karena terbuat dari kayu dan bertenaga matahari alias panel surya.

Mereka tak hanya berharap agar mobil kayu berpanel surya itu melaju kencang, tetapi juga memastikan tidak ada bayangan yang menghalangi panel agar mobil tetap menyala.

Mesin mobil ini akan berjalan ketika panel terkena sinar matahari. Sebaliknya, mesin akan mati ketika panel tidak mendapat sinar matahari sehingga mobil berhenti.

“Awas-awas, jangan halangi matahari,” kata para bocah bergantian meneriaki teman-teman yang usil meletakkan kaki di atas panel atau berdiri dekat mobil untuk menghalangi sinar matahari.

Sejumlah anak kecil bermain mobil mainan bertenaga panel surya di Balai Desa Serangan, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (6/12/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Mereka tampak tertawa bahagia ketika mobilnya menang dan menantang tanding ulang ketika kalah. Tenaga para bocah ini seperti tak habis-habis melawan teman-temannya dan panas matahari.

Para bocah ini diberikan mobil berpanel surya bukan sekadar untuk bermain. Mereka juga diedukasi tentang teknologi ramah lingkungan sejak dini.

“Kita harus mengajari mereka tentang teknologi alternatif ini supaya mereka bisa jadi next generation, yang berani mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru, yaitu mengenai energi bersih,” kata Comunity Development Fab Lab Bali, Muhammad Lukman Rizkika, kepada kumparan.

Seorang anak menunjukkan Foldscope hasil rakitannya di Balai Desa Serangan, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (6/12/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Pelajaran tentang teknologi ramah lingkungan ini telah dimulai sekitar tahun lalu. Sekitar 15 bocah dengan rentang usia 6 sampai 12 tahun belajar satu kali dalam sebulan secara bertahap.

Awalnya mereka diberikan edukasi tentang pewarna alami yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan dan merakit foldscope. Foldscope adalah mikroskop berbahan kertas yang terinspirasi dari teknik melipat kertas ala origami.

Lambat laun anak-anak diberikan edukasi tentang energi alternatif. Beberapa di antaranya adalah menggerakkan kincir angin, mobil-mobilan dengan solar panel, dan menyalakan lampu menggunakan energi udara atau angin.

Sejumlah anak merakit permainan teknologi ramah lingkungan di Balai Desa Serangan, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (6/12/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Beberapa di antara mereka juga mulai belajar membuat drone dari tusuk sate. Tujuannya untuk merangsang anak-anak tertarik pada teknologi dan sains.

“Mereka nangkep pelajaran mudah dan antusiasnya luar biasa untuk membuat hal-hal yang baru mungkin di kehidupan mereka,” sambungnya.

Untuk membuat mobil panel surya ini, mereka awalnya diberikan kit berisi panduan membuat mobil panel surya, kerangka mobil, set panel surya, dinamo, dan perlengkapan lainnya. Mereka diberi waktu sekitar 30-40 menit untuk merakit, didampingi para pembimbing dari Fab Lab.

Salah satu bocah bernama Haris (10 tahun) mengaku senang bisa berpartisipasi bermain mobil panel surya. Menurutnya, merakit mobil panel surya gampang-gampang susah karena ada proses memasang kabel dari dinamo ke panel surya.

“Senang karena dulu pernah rakit kapal dari baterai, sekarang rakit mobil dari panel surya. Yang agak sulit memasang aja sih,” katanya.