Keseruan di kumparan Halal Forum 2025, Ada Apa Saja?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keynote speech pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keynote speech pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

kumparan Halal Forum 2025 telah sukses digelar di Mangkuluhur Artotel Suites Jakarta, Selasa (27/5). Acara ini mengundang sejumlah menteri dan tokoh penting dari berbagai sektor strategis yang berperan dalam pengembangan industri halal di Indonesia.

kumparan Halal Forum 2025 menjadi ruang diskusi lintas bidang yang membahas potensi, tantangan, hingga arah kebijakan untuk memperkuat ekosistem halal nasional yang inklusif dan berdaya saing global.

Sejumlah tokoh yang hadir di kumparan Halal Forum 2025 adalah Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Deputi Bidang Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Chuzaemi Abidin, hingga Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono.

Dibuka oleh Pemimpin Redaksi kumparan, Arifin Asydhad, acara ini diramaikan oleh audiens yang berasal dari berbagai macam latar belakang, seperti mahasiswa, profesional, komunitas, hingga pelaku industri.

Apa saja pembahasan menarik di kumparan Halal Forum 2025? Simak ulasannya di bawah ini.

Menko Zulhas Minta Pengurusan Sertifikat Halal Jangan Dibuat Rumit

Menko Pangan Zulkifli Hasan memberikan keynote speech pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menekankan pentingnya penyederhanaan proses sertifikasi halal di Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, pengurusan sertifikasi halal seharusnya menjadi keunggulan, bukan justru jadi hambatan.

Zulhas turut mengkritik praktik birokrasi yang masih berbelit-belit dalam proses pengurusan sertifikasi halal, baik oleh pelaku usaha khususnya mitra dagang luar negeri.

“Pengurusan yang berbelit-belit, yang berputar-putar, yang rumit, seharusnya bisa disederhanakan dengan teknologi sekarang. Waktu saya jadi Mendag, beberapa kali negara-negara Eropa komplain karena kesulitan mengurus sertifikasi halal. Itu harus kita akhiri,” jelasnya.

Ada Pengusaha Nakal Ganti Tulang Sapi ke Babi, Sertifikasi Halal Diaudit 4 Tahun

Deputi Bidang Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal BPJPH E.A Chuzaemi Abidin menjadi pembicara kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) cukup serius menangani pelaku usaha nakal yang tak bertanggung jawab dengan implementasi halal produknya.

Awalnya, Chuzaemi memaparkan soal temuan zat porcine dalam sejumlah produk beberapa waktu lalu. Kata Chuzaemi, saat mengajukan sertifikasi halal, para pelaku usaha produk tersebut memang memenuhi standardisasi halal.

Namun, seiring berjalannya waktu, Chuzaemi menduga adanya perubahan komposisi pada produk yang dipasarkan oleh pelaku usaha.

Oleh karena itu, Chuzaemi menekankan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap pelaku usaha. BPJPH akan melakukan audit selama empat tahun sekali terhadap sertifikasi halal yang dimiliki para pelaku usaha.

Wamenkes: Indonesia Sudah Produksi 562 Jenis Obat Bersertifikasi Halal

Wakil Menteri Kesehatan Indonesia Dante Saksono Harbuwono memberikan keynote speech pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan Indonesia telah memproduksi 562 jenis obat bersertifikasi halal.

Awalnya Dante mengatakan produk halal menjadi salah satu komponen penting dan juga harus dimitigasi dalam kapasitas mengembangkan produksi di dalam negeri.

Dante mengatakan, dengan adanya sertifikasi halal tersebut, masyarakat tak perlu khawatir.

"Tahun 2023 kita memproduksi 10 dari 14 vaksin yang kita gunakan pada vaksinasi rutin bayi-bayi, anak-anak, ibu dan sebagainya. Dan 10 itu kita sudah bisa produksi sendiri," ungkapnya.

"4 Industri farmasi vaksin tersebut sudah bisa memproduksi produk vaksin yang halal. 8 dari 10 alat kesehatan kita juga mempunyai nilai volume pembelian terbesar di pasar bebas global," kata dia.

Sektor Fashion Sumbang 14,9 Persen dalam Ekspor Produk Halal RI

Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS Ir. Putu Rahwidhiyasa menjadi pembicara kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara pengekspor makanan dan minuman halal, tetapi juga mencatatkan kontribusi signifikan pada ekspor produk halal non-makanan, khususnya di sektor fashion. Sektor ini tercatat menyumbang 14,9 persen dari total ekspor produk halal nasional.

“Fashion kontribusinya lumayan 14,9 persen terhadap ekspor produk halal kita. Pertumbuhannya juga baik 2-4 persen,” ucap Plt. Direktur Industri Produk Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Putu Rahwidhiyasa.

Setelah fashion, sektor farmasi juga memberikan kontribusi yang sama, yakni sebesar 14,9 persen. Sementara itu, kosmetik masih mencatatkan kontribusi kecil, yaitu 0,88 persen.

Sektor makanan dan minuman tetap menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sebesar 81,6 persen sejauh ini dari total ekspor produk halal Indonesia yang mencapai USD 51 miliar.

Menag: Jangan Karena yang Jual Berjilbab, Produknya Pasti Halal

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keynote speech pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam memilah produk-produk halal. Hal ini dia sampaikan dalam pemaparannya di acara kumparan Halal Forum.

Nasaruddin bercerita soal pengalamannya mendatangi salah satu gedung di kawasan Jakarta Selatan. Kala itu, Nasaruddin melihat sebuah restoran Jepang yang mempekerjakan karyawan berhijab.

Dia kemudian sempat berbincang dengan salah satu karyawan yang menggunakan jilbab.

"Terus saya tanya 'Mbak takut sama Tuhan ya?', 'Iya Pak', 'Ini kamu jual halal atau enggak?'," kata Nasaruddin.

Lewat perbincangan itu, Nasaruddin kemudian mendapat jawaban yang cukup mengejutkan. Karyawan berjilbab itu mengungkapkan bahwa produk yang dijualnya menggunakan minyak yang non halal.

Dari peristiwa yang dialaminya, Nasaruddin kembali mengingatkan pentingnya sertifikasi halal dalam sebuah produk yang dipasarkan oleh para pelaku usaha.

"Kalau kita melihat jilbab, yang nawarin-nawarin brosur, apalagi pelayanannya kan pakai jilbab otomatis itu halal. Walaupun gak ada mereknya halal. Jadi jangan kita terkecoh," urainya.

Menag Dukung Penyeragaman Simbol Halal Dunia

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keynote speech pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut ingin adanya keseragaman simbol atau logo halal dunia agar meyakinkan suatu produk diakui halal oleh seluruh dunia.

“Bisa nggak kita membuat penyeragaman simbol halal di seluruh dunia ya, supaya nanti nggak usah ada perbedaan lagi,” ujarnya.

“Apa yang halal di Amerika, halal juga di Indonesia, apa yang halal di Indonesia halal juga di tempat yang lain,” tambahnya.

Menurut Nasaruddin, kini masih ada perbedaan standar halal di masing-masing negara di dunia. Indonesia, menurutnya, menjadi salah satu yang paling hati-hati.

“Nah, sekarang ini ada perbedaan pendapat di kalangan kita. Belum tentu halal di tempat lain. Ya, apalagi di Indonesia ini agak sedikit terlalu hati-hati karena dalam undang-undang kita, misalnya, kan pisau yang dipakai memotong babi, misalnya, itu harus diberikan jarak 3 kilometer dengan tempat pemotongan halal,” ujar dia.

kumparan Halal Forum berkolaborasi dengan PT Nestlé Indonesia, Unilever Indonesia, Le Minerale, Switzerland Tourism, LPH LPPOM serta PT Sucofindo.

Media & partner: Suara,com, Medcom.id, Media Indonesia, Bisnis Indonesia, Bisnis Muda, Harian Kompas, Katadata, Kaskus, Opini.id, Jak FM, Kis FM, Most Radio, Margalarva & Richeese Factory.

Community partner: Pengusaha Kuliner ID, Friendstar Indonesia, Tangan Di Atas, dan Halal Corner.