Kesiapan Terminal Terpadu Pulo Gebang Hadapi Mudik Lebaran 2019

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana terminal Pulo Gebang di hari Pemilu 2019. Foto: Helmi Afandi Abullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana terminal Pulo Gebang di hari Pemilu 2019. Foto: Helmi Afandi Abullah/kumparan

Terminal Terpadu Pulo Gebang menjadi salah satu titik awal keberangkatan pemudik dari Jakarta ke kampung halaman. Terminal yang menggantikan terminal Pulogadung itu menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Konsepnya yang modern membuat suasana di terminal tersebut berbeda.

Pintu masuk terminal ada di sisi Barat dan Timur. Meski berbeda sisi, pintu tersebut mengarahkan penumpang ke tempat yang sama.

Suasana di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (26/5). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Di lantai 1, terdapat pusat perbelanjaan. Mulai dari penjual pakaian hingga makanan memenuhi kios-kios yang ada di lantai terdebut.

Di atas lantai 1, ada lantai mezanine. Di lantai yang bisa diakses menggunakan lift atau eskalator itulah pusat aktivitas penjualan tiket bus antar kota antar provinsi (AKAP) terjadi.

Suasana di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (26/5). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Loket tiket perusahaan transportasi ada di sisi utara bangunan. Ada puluhan perusahaan transportasi yang membuka loket di sana. Mulai dari yang malayani rute Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara.

Suasana di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (26/5). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Penumpang bisa membeli tiket sesuai dengan perusahaan transportasi yang diinginkan. Setelah itu penumpang bisa langsung menuju ruang tunggu yang ada di lantai 2.

Suasana di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (26/5). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Untuk naik ke ruang tunggu, penumpang harus melalui pintu otomatis yang bisa dibuka dengan tiket yang dibeli. Namun petugas Dinas Perhubungan yang berjaga di pintu masuk memberikan toleransi bagi penumpang lansia agar diantar oleh keluarganya hingga ruang tunggu.

Suasana di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (26/5). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Di ruang tunggu terdapat beberapa fasilitas seperti tempat bermain anak, masjid, dan toilet. Pintu keberangkatan juga sudah dibagi sesuai dengan tujuan.

“Di terminal ini juga sudah ada petunjuk arah dari lantai bawah. Selain itu juga kita tempatkan petugas di beberapa titik untuk membantu mengarahkan penumpang,” kata Komandan Regu Terminal Terpadu Pulo Gebang Anwar Mansyur di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (26/5).

Suasana di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (26/5). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Sayangnya, fasilitas untuk disabilitas di terminal ini tidak terjaga dengan baik. Guiding block untuk membantu tunanetra banyak yang rusak. Kotak kuning itu hilang di beberapa titik.

Suasana di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (26/5). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Puncak arus mudik, menurut Anwar, akan terjadi pada H-3 Idul Fitri. Jika berpatokan pada tahun lalu setidaknya pada hari tersebut jumlah penumpang mencapai 12.000 orang.

“Tahun ini bisa lebih. Karena mahalnya harga pesawat, terminal bayangan ditertibkan jadi penumpang masuk sini semua,” kata Anwar.