Ketemu Komisi III DPR, Ibu Kandung Nizam Minta Keadilan yang Setimpal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu kandung dari Nizam, anak tiri yang tewas dianiaya dalam agenda RDP dan RDPU Komisi III DPR RI dengan Kapolres Kabupaten Sukabumi, keluarga Alm Nizam Sapei serta kuasa hukumnya yang disiarkan langsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/3). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
zoom-in-whitePerbesar
Ibu kandung dari Nizam, anak tiri yang tewas dianiaya dalam agenda RDP dan RDPU Komisi III DPR RI dengan Kapolres Kabupaten Sukabumi, keluarga Alm Nizam Sapei serta kuasa hukumnya yang disiarkan langsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/3). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Komisi III DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama ibu kandung Nizam Safei (12), Lisnawati. Nizam ialah anak di Sukabumi yang diduga tewas usai dianiaya ibu tirinya, Teni Ridha Shi. Teni telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus ini KPAI juga menduga ayah kandung korban atau suami Teni, Anwar Satibi, terlibat dalam kasus tersebut.

Usai rapat tersebut Lisnawati meminta ada keadilan bagi anaknya. Hal itu disampaikan saat Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman meminta tanggapan Lisnawati.

“Ibu Lisnawati ada yang ingin disampaikan?” tanya Habiburokhman.

Dengan suara serak usai menangis, Lisnawati meminta agar Nizam mendapatkan keadilan yang setimpal.

“Saya hanya (pengin) anak, anak saya pengin dapat keadilan yang setimpal,” tutur Lisnawati.

RDPU Komisi III DPR RI bersama Lisnawati, ibu kandung Niza Safei, anak yang tewas usai dianiaya ibu tiri, di DPR RI, Senin (2/3). Foto: Abid Raihan/kumparan

Habiburokhman pun berjanji untuk mengawal kasus ini hingga Nizam mendapatkan keadilan.

“Tentu bu, kita all out bu ya, untuk memperjuangkan keadilan untuk anak ibu,” tutur Habiburokhman.

Adapun kasus ini sebelumnya ramai di media sosial usai video pengakuan Nizam viral. Dalam video itu, Nizam yang terbaring lemah di rumah sakit menunjuk ibu tirinya sebagai pelaku penganiayaan padanya.

Nizam disebut mendapatkan kekerasan berupa pemukulan, disundut rokok, hingga dipaksa meminum air mendidih. Belakangan mencuat, ayah kandung Nizam juga turut menganiayanya.

Rapat tersebut dihadiri oleh kuasa hukum Lisnawati, KPAI, LPSK, hingga Polres Sukabumi.