kumparan
10 Juli 2019 14:15

Keterangan Saksi soal Detik-detik Ambruknya Tiang Tol BORR

Uyoh Hidayatullah, warga di dekat lokasi tiang proyek tol BORR Ambruk
Uyoh Hidayatullah, warga di dekat lokasi tiang proyek tol BORR Ambruk. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan
Salah satu tiang penyangga proyek pembangunan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIIA di simpang Yasmin hingga Semplak di Jalan Raya KH Sholeh Iskandar, Cibadak, Tanah Sereal, Kota Bogor ambruk pukul 05.15 WIB, Rabu (10/7).
ADVERTISEMENT
Salah satu saksi di lokasi, Uyoh Hidayatullah, menyebut bahwa insiden ambruknya tiang tersebut terdengar hingga kediamannya yang berjarak beberapa meter di lokasi. Uyoh pada saat kejadian sedang berada di kamar mandi.
"Pertama kayak pletak-pletak gitu, lama-lama kayak ada suara pasir jatuh, sreeeeet (menirukan suara). Gitu suaranya ke bawah," kata Uyoh saat ditemui di lokasi, Rabu (10/7).
Uyoh tak mendengar ada hantaman keras yang jatuh saat kejadian tersebut. Saat mendengar itu, ia pun bergegas menuju lokasi untuk melihat. Uyoh menuturkan insiden itu terjadi saat kondisi jalan tengah sepi.
"Kan agak gelap cuma kelihatan asap-asap aja bekas kayanya listrik ketarik itu," kata dia.
"Masih sepi kan baru kejadian. Lalu lintas juga masih sepi Alhamdulillah enggak ada yang lewat," sambungnya.
Tiang beton proyek Tol BORR yang ambruk.
Tiang beton proyek Tol BORR yang ambruk. Foto: Asep Hidayat/kumparan
ADVERTISEMENT
Ia pun kemudian melihat ada beberapa pekerja yang langsung menghampiri lokasi kejadian. Mereka terlihat shock, namun beberapa saat kemudian langsung mengatur lalu lintas.
Menurut Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengoperasikan Jalan Tol BORR Hendro Atmodjo, ambruknya tiang penyangga Tol karena tidak kuat menahan beban adukan semen yang masih basah dan mengakibatkan dua pekerja luka ringan.
Pihaknya saat ini tengah membersihkan material ambrukan. Pembersihan ditargetkan selesai pada pukul 13.00 WIB. Namun pantauan kumparan di lokasi, pengerjaan masih dilakukan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan