Keterisian RS Rujukan Corona di Bandung Meningkat Lagi, Kini Capai 89,7%

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pasien beristirahat sambil menunggu ruangan rawat inap di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat. Foto: Novrian Arbi/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pasien beristirahat sambil menunggu ruangan rawat inap di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat. Foto: Novrian Arbi/Antara

Keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Bandung terus meningkat. Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan berdasarkan data per 15 Juni 2021, bed occupancy rate (BOR) di kota kembang itu mencapai 89,71% "Keterisian Rumah Sakit di Kota Bandung sampai dengan 15 Juni 2021 adalah 89,71%. Untuk mengantisipasi ini kami dari Pemerintah Kota Bandung telah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Bandung Nomor 443/SE.081-DINKES tanggal 15 Juni 2021, perihal: Penambahan Kapasitas Tempat Tidur Rumah Sakit," kata Oded saat konferensi pers di kantornya, Rabu (16/6).

kumparan post embed
Wali Kota Bandung Oded M Danial. Foto: Humas Pemkot Bandung/HO/ANTARA

Keterisian pasien corona di sejumlah rumah sakit di Bandung ini per harinya kian meningkat. Pada 14 Juni 2021 misalnya, tingkat keterisian hanya mencapai 88,67 persen dari semula 86 persen. Adapun saat ini jumlah kasus aktif corona di Bandung mencapai 1.375 orang. Total keseluruhan sejak Maret 2020 ada sebanyak 21.127 kasus. Dari jumlah itu jumlah pasien corona yang sembuh mencapai 19.385 orang. Sedangkan yang meninggal ada 367 orang.

Sebelumnya, pada 12 Juni, Dinkes Kota Bandung mengumumkan BOR di angka 86 persen.

Kenaikan keterisian rumah sakit rujukan corona di Bandung ini juga dibarengi dengan beredarnya pesan berantai yang menyebut sejumlah rumah sakit dipenuhi antrean pasien COVID-19. Salah satu rumah sakit yang disebut dalam pesan berantai itu adalah Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS Bandung).