Keterisian Tempat Tidur Isolasi Corona Jakarta Turun 2 Persen, Jadi 75 Persen

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Foto: Dok. BPMI Setpres
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Foto: Dok. BPMI Setpres

Ketersediaan tempat tidur isolasi pasien corona menjadi pertimbangan Jakarta memberlakukan PSBB ketat. Kini, angka ketersediaan tempat tidur isolasi turun.

Data terbaru per 13 September menunjukkan okupansi tempat tidur untuk isolasi pasien corona turun 2 persen menjadi 75 persen. Data sebelumnya mencatat okupansi tempat tidur isolasi mencapai 77 persen.

Tabel tempat tidur isolasi dan ICU harian di Jakarta. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

Ketersediaan tempat tidur untuk isolasi di Jakarta saat ini ada 4.254 unit yang tersebar di 67 rumah sakit.

Sementara okupansi tempat tidur ICU untuk penanganan corona tetap di angka 83 persen dari data sebelumnya. Untuk tempat tidur ICU sendiri ada 594 unit yang tersebar di 67 rumah sakit.

Kasus COVID-19 di Jakarta sepekan terakhir. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

Angka ini menjadi salah satu kabar baik dalam penanganan corona di Jakarta. Sebab, bila tempat tidur isolasi pasien corona maupun ICU penuh, dokter akan kewalahan, angka kematian bisa meningkat.

Di sisi lain, 2 hari PSBB ketat, pertambahan kasus corona harian masih 1.027 orang pada Selasa (15/9) menjadi 56.953 orang. Lalu untuk kasus corona aktif hingga Selasa tercatat bertambah 18 orang menjadi 12.179 orang.

Petugas memeriksa berkas pasien COVID-19 saat tiba di IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/9). Foto: Galih Pradipta/Antara Foto

Untuk positivity rate Jakarta sepekan terakhir ada di posisi 13,4 persen. Sedangkan positivity rate akumulasi Jakarta ada di angka 7,4 persen. Angka ini jauh di atas standar WHO di 5 persen.

Dalam periode 7-13 September ini Pemprov DKI telah melakukan tes PCR kepada 62.422 orang. Hasilnya, 8.130 orang dinyatakan positif.

embed from external kumparan