Ketika Filipina Tutup Pulau Wisata Demi Perbaikan Alam

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pulau Boracay. (Foto: REUTERS/Erik De Castro)
zoom-in-whitePerbesar
Pulau Boracay. (Foto: REUTERS/Erik De Castro)

Pemerintah Filipina melakukan langkah tegas untuk memperbaiki alam yang rusak di pulau wisata terkenal Boracay: menutupnya.

Selama 6 bulan ke depan, pulau eksotis yang menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya itu akan tertutup bagi wisatawan.

Diberitakan Reuters, penutupan Boracay dilakukan mulai Rabu tengah malam (25/4). Pemandangan pada Kamis (26/4), pantai yang biasanya penuh sesak turis dan pedagang kosong melompong. Hanya ada para relawan pembersih lingkungan.

Mereka bekerja membersihkan sampah dan rumput laut dari tepi pantai. Sementara traktor, truk dan alat berat lainnya terlihat mondar-mandir. Sementara pekerja berompi oranye dan helm menghancurkan pipa dan bangunan-bangunan ilegal di tepi pantai.

Pulau Boracay. (Foto: REUTERS/Erik De Castro)
zoom-in-whitePerbesar
Pulau Boracay. (Foto: REUTERS/Erik De Castro)

"Ini pertama kali saya melihat Boracay seperti ini," kata Teddy Macabeo, warga Amerika keturunan Filipina yang punya hotel di pulau tersebut. Enam bulan sekali Macabeo mengunjungi negara itu.

"Laut, pembangunan yang berlebihan, sampah - Boracay sudah tidak tahan lagi," kata Macabeo lagi.

Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan penutupan Boracay setelah video pencemaran lingkungan mengemuka dua bulan lalu. Dalam video itu, terlihat air limbah berwarna hitam dibuang ke laut.

Pulau Boracay. (Foto: REUTERS/Erik De Castro)
zoom-in-whitePerbesar
Pulau Boracay. (Foto: REUTERS/Erik De Castro)

Dalam penyelidikan, terdapat berbagai pelanggaran keselamatan lingkungan di seluruh Boracay. Kementerian Dalam Negeri Filipina memburu 10 pegawai pemerintah setempat yang dinilai lalai dalam tugasnya.

Ada 2 juta turis ke Boracay setiap tahunnya. Sekitar 30 ribu warga pulau itu menggantungkan pemasukan mereka dari sektor pariwisata.

Penutupan pulau ini membuat mereka akan kehilangan mata pencaharian, namun warga mengaku senang karena masalah lingkungan akhirnya akan dibenahi.

"Pemerintah setempat sangat lalai. Mereka tidak tahu cara melindungi pulau ini," kata pemilik wisata perahu boat, Varril Santa, 51.

Pulau Boracay. (Foto: REUTERS/Erik De Castro)
zoom-in-whitePerbesar
Pulau Boracay. (Foto: REUTERS/Erik De Castro)