Ketika Melania dan Mantan Istri Trump Berebut Titel "Ibu Negara"

Istri Donald Trump, Melania, tengah berang. Pasalnya mantan istri Trump, Ivana, mulai muncul dan menyinggung pernikahan mereka. Bahkan Ivana mengklaim bahwa dirinya adalah "ibu negara" yang sesungguhnya.
Diberitakan The Guardian, Senin (9/10), Ivana berkoar ketika mempromosikan buku barunya "Raising Trump", berisi perjalanan hidupnya dalam membesarkan tiga anaknya dari Trump yaitu Donald Jr, Ivanka, and Eric.
Dalam wawancara dengan ABC News, Ivana mengaku masih menghubungi mantan suaminya yang kini jadi Presiden Amerika itu setidaknya sekali setiap 14 hari, langsung ke "nomor Gedung Putih".
Ivana mengatakan tidak ingin sering-sering menelepon Trump karena "ada Melania di sana, dan saya tidak ingin membuat dia cemburu."
Lebih lanjut, Ivana mengatakan sambil berseloroh, "karena pada dasarnya saya adalah istri pertama Trump (first wife), oke? Saya ibu negara (first lady), oke?"

Ucapan Ivana ini langsung menuai reaksi dari Melania. Melalui juru bicaranya, Stephanie Grisham, Melania mengatakan komentar Ivana "tidak ada isinya".
"Nyonya Trump menjadikan Gedung Putih sebagai rumah bagi Barron dan presiden. Dia senang tinggal di Washington, DC dan merasa terhormat menjadi Ibu Negara AS. Dia akan menggunakan titelnya itu untuk membantu anak-anak, bukan menjual buku," kata Grisham.
"Jelas tidak ada isinya sebuah pernyataan dari seorang mantan. Sayangnya itu hanya untuk mencari perhatian," lanjut Grisham lagi.
Ivana menikahi Trump dari 1977 dan bercerai pada 1992. Dalam bukunya, dia mengagungkan pernikahannya dengan Trump. Dia juga memprediksi putrinya, Ivanka, akan menjadi presiden AS suatu saat nanti.
