Ketua Dewan Pertimbangan IDI Minta Indonesia Lockdown 2 Pekan untuk Tekan Corona

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
36
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pengunjung menggunakan masker dan duduk dengan jarak fisik saat menyaksikan pertunjukan Various Animals Show di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pengunjung menggunakan masker dan duduk dengan jarak fisik saat menyaksikan pertunjukan Various Animals Show di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Lonjakan kasus COVID-19 masih terus terjadi pasca libur Lebaran dan kian mengkhawatirkan. Sejumlah ahli hingga pemerhati berpendapat sudah saatnya pemerintah menerapkan lockdown untuk menekan kasus virus corona.

Ketua Dewan Pertimbangan PB IDI Prof Dr dr Zubairi Djoerban,SpPD(K) menjadi salah satu yang meminta Indonesia melakukan lockdown. Ia menyarankan ini dilakukan selama dua pekan.

"Saran saya. Lebih bijaksana bagi Indonesia untuk terapkan lockdown selama dua minggu," kata Zubairi dalam cuitan Twitternya @ProfesorZubairi yang dikutip kumparan, Senin (21/6).

X post embed

Menurut Zubairi, lockdown adalah langkah tepat untuk memperlambat penyebaran corona dan membuat situasi fasilitas kesehatan lebih stabil. Sehingga tak lebih banyak nyawa hilang akibat COVID-19.

"Untuk apa? Memperlambat penyebaran, meratakan kurva, menyelamatkan fasilitas kesehatan, dan yang pamungkas: menahan situasi pandemi jadi ekstrem--yang akan membahayakan lebih banyak nyawa," tandas dia.

Sebelumnya, anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay juga meminta pemerintah untuk menerapkan lockdown. Meski lain dengan Zubairi, ia menyarankan lockdown diterapkan pada akhir pekan dahulu sebagai percobaan.

"Sekarang pemerintah harus lockdown. Dari dulu, saya minta sudah lama. Nah lockdown itu mulai dari akhir pekan, Jumat sore sampai Senin pagi itu enggak boleh keluar rumah, itu dulu. Karena kalau sudah tiga hari orang enggak keluar rumah, penyebaran di 3 hari itu enggak ada," kata Ketua Fraksi PAN DPR RI itu kepada kumparan, Minggu (20/6).

Ilustrasi Jakarta akan kembali memberlakukan PSBB. Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

"Ini Sultan di DIY sudah minta lockdown. Kemudian Anies Baswedan, walaupun dia enggak ada lockdown akhir pekan. Dulu usul saya itu lockdown, sekarang gantian [usul] kalau akhir pekan atau minggu orang di rumah saja," imbuh dia.

Ancaman lonjakan kasus COVID-19 saat ini terpampang dari data-data yang ada. Meski kasus corona cenderung menurun pada Maret diiringi percepatan vaksinasi, dua pekan ke belakang kasus kembali naik signifikan mendekati puncak kasus pekanan di Januari 2021, yakni 89.052.

Pekan lalu pada 8-13 Juni, kasus naik sebesar 55.320. Sementara pekan ini pertumbuhan kasus meroket ke angka 78.551 atau 41,99 persen. Menurut data satu bulan terakhir, pertumbuhan kasus corona di Indonesia naik 92 persen.